Rabu, 15 Februari 2017

When You Love Someone


Aku punya banyak sekali orang yang ku sayangi. Termasuk kamu, yang sekarang membaca tulisanku ini. Mulai dari Bapak, Mama, Mas Mba, adik-adik, sampai teman-teman kesayangan yang sudah kuanggap jadi keluarga sendiri. Aku bahkan juga menyayangi teman-teman Bapakku, sampai penjaga toko kelontong yang kerap kusambangi kalau beli odol pepsodent.
 
Aku punya banyak sekali orang yang ku sayangi, sampai aku tidak bisa mengungkapkan rasa sayang itu satu per satu. Mungkin aku nggak pernah memeluk Bapak, Mama, atau mas mba ku sendiri. Mungkin aku juga nggak pernah bilang ke mereka semua kalau ‘aku sayang kalian’. Tapi, aku lebih suka menunjukkan perasaan itu lewat hal-hal kecil yang tanpa mereka sadari bisa membuat mereka tersenyum.

Berangkat dari sederet hal diatas, akupun tidak mahir mengungkapkan rasa sayangku kepada dirinya. Dirinya yang bisa jadi tidak hanya satu orang. Bukan hanya mas A, atau kak B, atau abang C, tapi kadang bisa tiga-tiganya. Dirinya yang cuma aku dan beberapa orang tertentu yang mengetahuinya. Dirinya, yang mungkin tidak tahu mengapa aku bisa sebegitu sayangnya seperti ini. 

Dirinya itu bukanlah sosok paling istimewa, hanya saja dia berbeda dari yang lain. Dirinya yang tiba-tiba saja membuatku lupa dengan manusia masa lalu, dan membawaku menapaki langkah yang semakin membaik menuju masa depan. Dirinya yang mungkin tidak sadar kalau aku sayang padanya.

Aku sering bilang kalau aku rindu dia, aku butuh dia, aku ingin melihat dia tertawa didekatku.
Aku sering bertanya, “kamu dimana?”, atau “ini harus gimana?”. 
Aku sering tersenyum nggak jelas kalau ingat kelakuan bodohnya. 
Aku sering membela-belakan waktu malamku agar bisa bertemu dia, walau cuma beberapa saat. 


Sampai akhirnya sebuah malam mengingatkanku akan sebuah lagu yang persis dengan judul tulisan ini.....

Malam dingin dibawah langit hitam berbintang itu tak lagi terasa dingin. Semua yang ada disana larut dalam barisan lirik penuh makna di lagu itu. Sementara aku, hanya bisa berkata pada diriku sendiri,when you love someone, just be brave to say...”.
Tapi, sayangnya, aku nggak pernah berani. 
Aku cuma berani bilang dibelakang kamu. 


Sayang sekali memang bila aku tercipta sebagai perempuan yang hanya bisa menunjukkan perasaannya lewat sebuah tanda. Aku tidak bisa dan tidak akan pernah mungkin bisa bilang ke kamu kalau ‘aku suka kamu’ atau ‘aku seneng kalau ada kamu’ atau yang paling mungkin, seperti ‘aku bahagia bisa kenal kamu’. Aku bukan tipe perempuan yang sejujur itu. Kadang aku bisa terlalu jujur didepanmu, tapi nampaknya kamu tidak terlalu paham maksud tujuanku.

Menurutku, kamu cukup layak untuk disayangi. Kamu adalah kamu dengan segala sesuatu yang tetap bisa membuatku semakin suka gayamu, meski sebenci apapun aku padamu. Kamu adalah kamu yang kuingat tiap lagu Endah dan Rhesa ini terputar tanpa sengaja.

14 Februari ini aku mencoba jujur pada perasaanku sendiri, bahwa ‘when you love someone, just be brave to say...” tidak semudah itu meracuni pikiranku untuk bilang sayang ke kamu. Aku hanya bisa bawain gorengan yang kamu bilang enak rasanya. Aku hanya bisa menemani kamu makan meski hujan malam-malam. Aku hanya bisa menjadi seseorang yang selalu ada kapanpun kamu ajak ketemu. Aku hanya bisa jadi rekan bisnis terselubung yang paling bodoh di dunia. Aku hanya bisa jadi orang yang nyari kamu ditengah kerumunan manusia lain, meski pada akhirnya yang kutemui tidak sendiri.

Tapi, 14 Februari ini semoga saja menyadarkanmu bahwa ‘when you love someone, just be brave to say...” bisa jadi acuan paling baik dalam hidupmu. Kalau kamu punya rasa itu, bilang aja. Jangan kayak aku yang cuma bisa merasakannya sendiri, berbunga-bunga sendiri, dan berakhir patah hati sendirian.

Pada akhirnya, kamu memang tidak sepenting itu untuk perlu tahu rasa sayangku. Kamu tetaplah menjadi kamu yang luar biasa dan banyak disayangi orang-orang. Kamu harus tetap menjadi kamu yang pantas untuk disayangi, bukan dibenci hanya karna menjaga diri. Semoga kita bisa sama-sama semakin sayang dengan satu hal  penting yang dulu tanpa sengaja mempertemukan kita. Selamat hari kasih sayang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar