Menyusuri banyak jalan panjang yang ada hingga kini
membuatku sejenak berpikir. Perjalanan ini cukup melelahkan ya. Banyak jatuh
bangun yang ada dalam setiap kisahnya. Pun juga aku dan kamu yang selalu
menemukan alasan-alasan baru yang lebih kreatif. Alasan untuk tertawa, alasan
untuk tetap terlihat baik-baik saja, alasan untuk saling menjaga, hingga alasan
untuk tetap tinggal disini.
Banyak alasan, begitu katamu.
Di dunia ini hanya ada 3 hal
yang berlimpah banyaknya hingga tidak mampu dihitung satuannya. Bintang di
langit, pasir di pantai, dan satu lainnya adalah alasan. Diantara begitu banyak
alasan, kuharap aku masih bisa menemukan satu saja alasan agar aku tetap merasa
nyaman dan melupakan keresahan-keresahan ini.
Ribuan kata percuma saja jika apapun yang kulakukan mungkin
hanya sekadar hadir lalu pergi dari kenangan. Aku sungguh tidak butuh kata-kata
ilusi yang bahkan hanya mengumpat dibalik teguran atau mungkin candaan. Aku
hanya butuh sebuah apresiasi.
Banyak hal yang mungkin begitu munafik jika harus
dijabarkan, setidaknya dunia harus tahu betapa aku merasakan sesuatu dengan
ketulusan yang sempurna. Entah, tahu atau tidak, aku tidak bisa memastikannya.
Namun satu yang pasti, ego setiap manusia tentu lebih besar dari kesabarannya
masing-masing.
Ratusan kenangan manis kini jadi kehilangan arti.
Aku hampir menyerah mempertahankan arti diantara banyak catatan penting itu.
Semoga saja setelah
ini hadir banyak alasan dan kekuatan untuk mempertahankannya.
Ketika keresahan datang, nyatanya aku harus berjuang penuh
untuk mencari alasan itu. Bertahan dari segalanya ini tidak mudah, Sayang.
Disaat yang bersamaan pun pasti kamu menghakimi hidupmu sendiri dengan banyak
tantangan yang harus lebih diperjuangkan. Seolah resahku tak ada nilainya sama
sekali. Harapku ini cemas, bahkan mungkin kamu tidak pernah menyadarinya.
Jika boleh saja kupinta padamu, berikan aku satu alasan
terbaik. Setidaknya agar aku merasa lebih baik, lebih tenang, lebih nyaman dan
lebih berani untuk berjalan kedepan. Meskipun didepan entah ada rintangan,
namun aku percaya, sandaranmu akan selalu menguatkan. Untuk itu, tetaplah ada
disini bersamaku. Tetaplah menjadi sebuah arti dibalik banyak alasan yang ada.
Bukan berarti aku yang egois memintamu untuk mengerti,
