Trust atau percaya merupakan sebuah hal yang kerap menjadi
bumerang bagi manusia. Menaruh rasa percaya pada orang lain atau pada suatu hal
disekitar kita kerap kali malah menjatuhkan kita pada lembah kekelaman. Semisal
saja, kamu percaya bahwa dia jatuh cinta padamu dalam sekedip tatapan mata,
lalu kamu pun turut serta terjatuh dalam cinta butanya. Padahal, kamu tidak
tahu bahwa dirimu bukanlah satu-satunya orang yang Ia cintai. Masih banyak
manusia diluar sana yang juga terlanjur percaya pada bualan cintanya.
Percaya tidak hanya melulu seputar hati dan cinta. Percaya pada
Tuhan sang penguasa alam semesta pun menjadi acuan terbaik dalam hidup. Apa
agamamu? Bagaimana caramu beribadah? Siapa Tuhan yang kamu sembah? Kerap berbagai
pertanyaan itu muncul dalam sekejap. Toh, siapa peduli apa agamaku, siapa
Tuhanku, yang penting aku percaya bahwa Dia lah yang memberi kehidupan dan
segala sesuatu keajaiban di dalamnya.
Kepercayaan kerap menyusahkan dirimu. Ketika kamu sedang
sibuk-sibuknya dengan ini itu yang menyebalkan, lalu semua orang menaruh
kepercayaan yang tinggi kepadamu. Mereka berkata, “Kamu bisa kok. Aku yakin
kamu pasti bisa.”
Halah, percuma saja kamu bilang aku bisa kalau kamu hanya menatapku
dari kejauhan dan bahkan tidak mengerti seberat apa rasa percaya ini ada
dipundakku.
Tapi, dibalik itu semua, aku percaya bahwa cinta, harta, bahagia,
bahkan tahta itu akan datang kepadamu pada saat yang tepat. Tuhanmu itu
mahatau. Tuhanmu itu punya telinga dimana-mana, tidak tahu ya? Setiap
saat Dia bisa mendengar keluh kesah sambatanmu tentang dunia dan kesibukan yang
tiada hentinya ini. Selalu saja Dia bisa mendengar air matamu yang menetes,
isak tangismu dalam diam. Dia dengar. Dia mendengar semuanya, bahkan segala hal
yang tidak mampu kamu ucapkan.
Dia bahkan tahu semuanya.
Dia juga tahu betapa dalamnya rasa yang kamu punya untuk orang itu,
bahkan kamu tidak menyadari seberapa besar rasa itu, hingga tak pernah mampu
kamu ungkapkan kepadanya.
Berbeda dengan manusia yang hanya bisa percaya padamu sebatas “wah
ternyata kamu hebat ya, salut punya teman sepertimu,” atau sebatas sinyal
GPS yang bahkan tidak kamu percayai ketika malam-malam berkendara mencari jalan
tikus supaya tak terjebak kemacetan kota.
Ada begitu banyak hal yang perlu kamu percayai.
Yang paling sederhana bisa dimulai dari......
”Percayalah kalau kamu itu berarti!”
Hidupmu itu tercipta untuk memberi arti pada dunia ini.
Tidak hanya bagi satu dua orang.
Tapi bagi bangsa dan negaramu sendiri.
Hal lainnya yang juga sederhana adalah,
“Percayalah bahwa akan selalu ada pelangi dibalik hujanmu.”
Kita tidak pernah tau dimana adanya pelangi itu. Terkadang kita
tidak menyadari bahwa ketika hujan deras datang, Pelangi itu siap sedia memberi
payung untuk kita supaya kita tidak basah. Namun, kamu terlalu bahagia menemui
hujan itu. Padahal kamu tahu kalau nantinya akan basah, bahkan flu karna
kedinginan. Sesakit apapun itu tetap kamu nikmati dengan bahagia. Padahal, jika
ada pelangi lebih membuatmu bahagia, iya kan?
Kembali lagi ke sebuah kata bernama percaya.
Malam ini aku mendengar sebuah lagu berbunyi seperti ini,
“Aku percaya kamu, melebihi apa yang orang katakan kepadaku. Aku percaya
kamu, tak peduli apa yang orang lain katakan tentang kamu.”
Begitu banyak orang yang berkata buruk tentang satu dua hal, tapi
hatimu harus tetap percaya pada satu hal penting. Percayalah apa yang hatimu
katakan. Percayalah, sesulit apapun untuk percaya, kamu harus tetap
mempercayainya.
Intinya, aku percaya Kamu ada, entah dimana.
Tapi aku tau, Kamu ada.
Dan aku tau, Kamu punya sesuatu yang indah untukku.
Entah itu berwujud apa, entah kapan akan kamu berikan untukku,
Tapi aku percaya, suatu saat ketika aku menyadarinya, aku akan
bahagia.
Oiya, terimakasih ya sudah selalu datang dan lahir kembali setiap
tahunnya.
Aku rindu akan kehadiranMu, termasuk rindu bertemu denganMu (bersama
dia).
Yah, salah deh. Dia lagi dia lagi.
Satu hal penting tentang lagi,
Aku percaya, Kamu punya misi rahasia yang lucu.
Terimakasih ya. Aku banyak belajar menjadi lebih dewasa karna ini.

