Minggu, 01 Januari 2017

DIA HARUS TAHU


Hari terakhir di tahun 2016 ini tadinya mau review pengalaman sepanjang tahun. Tapi kok kayaknya terlalu mainstrem, mirip sama 2016 best nine yang ada di instagram. Tadinya mau bahas yang seneng-seneng, yang bikin sedih terus jadi seneng, yang bikin spaneng, dan beberapa yang bikin jengkel. Tapi, kayaknya malem-malem gini nunggu pergantian tahun lebih enak duduk di singgasana empuk sambil memantau kembang api lewat televisi.

Bicara soal tahun baru, pengalaman paling langka seumur hidup terjadi tepat kali ini. Jadwal ujian dan ujian di univeritas kejuangan itu memang sangat menyedihkan. Terimakasih lho untuk hari-hari mepet yang masih sempat kupaksakan untuk kembali ke Bekasi. Terimakasih karena tiket kereta yang cepet sold out dan membuatku harus terjebak untuk ber-tahun-baru-an di kota ini. Di kota Jogja ini. Di Jogjes aja deh biar kekinian.


Awalnya kukira akan ada malaikat-malaikat tanpa sayap yang tiba-tiba dateng ngajak pergi kemana gituu, atau sekedar ngajak main menjelang tanggal 31 Desember. Eh, tapi, malah jadi aku yang mengejar mereka-mereka yang super sibuk dan full of rencana tahun baruan bareng manusia lainnya. Oke, mungkin tahun ini aku belum cukup berarti buat mereka. Atau, mungkin tahun ini aku belum mendapatkan moment yang bagus buat merayakannya bareng mereka. Eh, tapi, mereka siapa sih?


Mereka, mereka, mereka...
Ah, kadang nyebutnya ‘mereka’ tapi maunya sama ‘dia’.
Kadang nyapanya ‘gengs’ padahal ditujukan buat ‘kamu’.
Ah, mungkin cuma orang beriman yang peka soal beginian. Setidaknya, tadi aku berhasil membuat suatu acara dadakan bernama “kegereja bareng yuk” yang akhirnya menemaniku melewati malam ini.


Harusnya sih setelah itu aku ikut pergi ke pusat kota bersama mas mba dan adik-adik superku; tapi ternyata pilihan untuk diam dirumah, menyalakan laptop, memutar lagu sendu, sembari menunggu kamu komen di grup adalah keputusan yang teramat bijak.

Untung saja lagu malam ini tidak terlalu sendu semua. Yaelah, masa akhir tahun masih galau aja mba?  Nanti makin keliatan jomblonya lho.... Iya, iya, yang satu ini nggak mendayu-dayu seperti When You Love Someone-nya Endah and Rhesa atau Untuk Perempuan Yang Dalam Pelukan milik Payung Teduh, kok. Kalau kamu kembali ke zaman ‘agak’ dahulu, mungkin kamu kenal sama Jikustik, atau Mas Pongki Barata?

Wah, mba, podo wae, galau kabeh lagune....

Iya sih, galau sih, mana ada lagu Indonesia yang nggak bisa bikin galau? Lagu se-asik DO RE MI aja bisa bikin galau karena menarikku ke suatu masa dimana...ah, ngelantur.
Jadi, lagu Jikustik bertajuk persis judul postinganku kali ini, beberapa waktu kebelakang lagi seneng-senengnya aku dengarkan. Entah mengapa, beberapa lirik lagu itu kadang suka bener.


Dia tak pernah tahu, bagaimana aku menjagamu.

Sepanjang tahun ini ada begitu banyak hal yang aku jaga. Terutama perasaan orang lain. Dan terutama juga waktu-ku sendiri. Sepanjang tahun ini, sepanjang dua semester yang berarti ini banyak kuhabiskan untuk pulang malam karena ketemu kamu, eh, iya, ketemu kamu hehehe. Sepanjang tahun ini aku selalu kepikiran, ‘sekarang jam berapa?’ dan selalu nyeletuk, ‘udah yuk, udah selesai kan ini?’  atau paling tidak, ‘anterin aku dong’, tapi ujungnya kamu malah bilang rumahku jauh. Jauhan mana sih sama kita? Yah, ngelantur lagi.

Tapi, bicara soal ‘menjaga’ yang diatas tadi, rasanya Dia Harus Tahu kalau aku paham bagaimana Dia menjaga aku sebaik mungkin. Aku paham bagaimana Dia menghawatirkan pulang malamku, hilang dompetku, atau status jombloku. Aku paham bagaimana Dia membela-belakan waktunya untuk melayani aku sebaik mungkin. Aku juga paham, bila Dia selalu memberi yang terbaik buat aku. Hanya saja aku yang tidak pernah sadar akan hal itu.


Dia tak pernah tahu, jatuh bangun aku mengejarmu.

Mungkin aku sering nggak sadar kalau aku mulai benar-benar jatuh hati sama kamu. Mungkin aku sering nggak sadar kalau mikirin kamu, ngestalk kamu, ngepoin hidup kamu lama-lama malah bikin aku gila. Tapi, kadang, kamu juga nggak pernah tahu kalau aku seriusan udah jatuh, jatuh hati, nanti mungkin bisa jatuh cinta. Ah, peduli apa, yang penting bisa lihat kamu aja udah menghibur aku. Bisa deket sama kamu aja udah bikin aku senang. Bisa direspon sama kamu mungkin bisa bikin aku tambah senang. Mau buktiin? Coba aja.
 
 
Tapi dia harus tahu, ini tak akan mudah...
Bikin seneng sih iya, tapi, kalau nanti kita pisah dan aku kehilangan kesempatan emasku sama kamu, aku harus apa? Aku harus ngerasa gagal lagi gitu? Mungkin semuanya nggak akan terasa mudah. Tapi, aku percaya kamu punya kekuatan supranatural yang jauh lebih keren dari pelangi tahun lalu. Kamu, dan Dia juga harus tahu, kalau rasa yang kupunya berbeda. Kamu, dan Dia juga harus tahu, kalau menjadi aku tidak mudah sama sekali. Hmmm...


Tapi dia harus tahu, tak mungkin aku melepaskanmu.
Sumpah nih kamu nggak akan ngelepasin dia? Entahlah, lepas ya lepas aja. Penyu di laut juga kalau kita lepas bisa balik lagi kok. Kucing kalau lepas juga akan balik kerumahnya kok. Walaupun nantinya kita akan lepas, walaupun nantinya kebersamaan kita akan berakhir kayak dia dia yang dulu, tapi kenangan indahnya akan selalu aku keep, nggak bakal kulepasin gitu aja. Susah payah aku ukir, ngapain dilupain?



Wah, nggak kerasa kan, udah tahun 2017. Katanya sih kalau kita berdoa pas pergantian tahun baru itu akan dikabulkan sama Tuhan. Tapi tenang aja, aku nggak akan berdoa biar kamu jatuh cinta sama aku. Aku nggak akan berdoa biar kamu kena peletku. Aku cuma mau bersyukur karena setahun ini indah sekali. Walaupun banyak ujian, cobaan, kejadian baperan, dan lain lainnya, but, overall, 2016 punya cerita indah tentang aku, kamu, Dia, mereka, dan keluarga kita. Semoga besok dan seterusnya kita masih bisa mengukir A, B, C, sampai Z yang indah lagi yaaa.. Maafin aku yang terlalu berlebihan selama ini, aku cuma ingin supaya Dia tahu kalau aku sayang sama kamu kamu kamu kamu semuanyaaaa....



Oke, udah mentok nih, ngantuk, mau bikin resolusi tahun 2017 dulu deh. Sampai ketemu di cerita-cerita lainnya.
Selamat tahun baruan :)