Senin, 22 Desember 2014

Sekilas Kata-Kata Berharga, dari ILK - part 1

Ada sosok mulia yang berjuang diantara hidup dan mati demi kehadiran si buah hati...,

Ibunda namanya.

Dan tidak berhenti sampai disitu;

Ketika kelak si anak lapar dan dahaga, tangan Ibu yang lembut menyuapi dan memberi minum.

Ketika sang buah jiwa riang gembira, tangan Ibu yang tengadah syukur, memeluk erat dengan air mata bahagia.

Ketika sang anak terisak mengeluarkan tangis, tangan Ibu yang hangat sesegera mungkin mengusap air matanya.

Saat anak mandi, tangan Ibu yang mengguyurkan air membersihkan tubuh sang anak.

Ketika anak diterpa masalah dan musibah, tangan Ibulah yang membelai dan mengusap punggungnya, seraya berkata, "Bersabar, anakku tersayang."

Namun, ketika Ibu sudah renta dan diterpa rasa lapar, kerap tiada tangan dari anaknya yang menyuapi.
Dengan tangan bergetar, Ibu suapkan sendiri makanan kemulutnya dengan linangan air mata.

Saat bunda didera sakit, dimana tangan anak yang bunda harapkan dapat merawat dan menutupi tubuhnya dengan selimut kehangatan?

Ketika Ibu berpulang, nyawa terbang kembali ke pemiliknya, dan jenazahnya hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan memandikan jenazah ibunya terakhir kali?


Sentuhan tangan Ibu yang menghantarkan kita ke dunia, yang bisa membawa kita masuk ke surga, kerap kali kita lupa membalasnya meski ia tak pernah meminta.


Sebelum terlambat akibat sesuatu terjadi, karna itu pasti terjadi,

sudahkah kamu menyapa Ibumu malam ini?
Sosok yang melahirkanmu.

Atau mencium kening nya, dan mendoakannya?




Selamat malam, Ibu....

Selasa, 02 Desember 2014

Seandainya Bisa


"Meskipun terbatas, saling pandang, dan tak akan lebih lagi...... Andai waktu bisa kita putar kembali, jalinan cerita mungkin tak begini...."
  -Kahitna (Aku, Dirimu, Dirinya)

Tak ada yang harus kita sesali.
Sesungguhnya semua ini hanya berawal dari beberapa momentum kecil yang apabila diselaraskan menjadi sebuah kisah penuh tanda tanya.

Mengapa tidak sejak dulu saja aku menyadari keberadaannya? Padahal ada suatu saat dimana banyak orang membicarakan dia hanya karna memiliki keterkaitan dengan seseorang yang ada disini.

Tapi sebulan lalu, aku mulai menyadari keberadaannya. Sesering sebagaimana aku berada pada tempat yang selalu dijelajahinya.

Sejak saat itu aku mulai sadar, ternyata ada dia. Atau mungkin, ternyata dia ada?? Entahlah, tapi hari-hariku yang lalu mulai bersimpangan dengan kisahnya, yang ternyata memang selalu melalui kehidupanku.

Tiga minggu lalu, aku kembali kehilangan sosoknya... yaaa, meskipun hanya sebuah bayang kelabu. Tapi aku memang belum merasa ada keterkaitan dengannya, sebagaimana aku mulai jarang menjelajahi jalanan berbatu miliknya.

Lalu aku tak peduli, toh dia memang bukan siapa-siapa yang perlu dipedulikan. Namun seiring berjalannya waktu dan hentakkan kakiku, aku kembali bersimpangan dengan kehidupan itu. Entah mengapa dan bagaimana, tapi kami bertemu pada sebuah jalan yang tidak seharusnya kami singgahi. Aneh, tapi nyata. Malah membuat aku mulai berimajinasi tak jelas, berkaca pada kenyataan yang ternyata dia sudah tidak sendiri. Ah, betapa manis dan menakjubkan kisah hidupnya. Rasanya aku ingin memiliki hal yang sama seperti yang kini kupandang dalam timeline foto mereka di Instagram. Hanya ingin, dan tersenyum lucu.

Dua minggu yang lalu, aku kembali menjelajahi batuan tak bertuan itu. Dan keajaiban yang kudapat ternyata berkesinambungan dengan hidupnya. Betapa lucu dan membahagiakan hidupnya, betapa mereka ingin kembali mengulang waktu dahulu yang begitu keemasan. Betapa sang tuan sampai berkata, "Jika dia milikku, aku tak akan melepaskan nya semudah itu."

Iya.
Memang iya.
Aku juga berkata Iya pada diriku sendiri.
Dan sejak malam itu rasanya diriku sudah bernubuat bahwa aku harus berani menatap matanya.
Menatap kehidupannya membahas soal takdir yang memisahkannya dengan tuan tanah, dan bagaimanapun juga, aku harus mengukir segalanya dalam suatu takdir.


Tapi bagaimana?
Baru bertemu saja, aku tak bisa berkata.
Dia berhenti saja, aku menghindar.
Dia berjalan saja, aku menunduk.
Dia menghampiri saja, aku tak mampu.


10 hari yang lalu, hari hari yang ternyata hanya bisa kulewatkan dengan berharap. Bukan berharap memilikinya, tapi berharap mengenalinya. Berharap memiliki teman baru yang seperti dia. Dan tanpa kebohongan, berharap bisa mengukir sebuah takdir dengan nya.

Tapi untungnya, 5 hari yang lalu, aku dengan sebegitu usahanya, berhasil mendapatkan.....tapi bukan dia. Hanya figur yang menyerupainya. Ah, klise.


Bagaimana bisa?
Aku saja tak berani menyapa.
Aku saja tak tau apa dia mengenalku?
Aku saja tak bisa bersandiwara.


Tapi kemarin, hari yang sesungguhnya membuatku tak menentu. Bimbang, entah bagaimana caranya, tapi kurasa aku tak pernah bisa berhasil mengeluarkan apa yang ada dimulutku. Rasanya tak bisa merealisasikan segala rencana apik yang telah kususun, tapi tak pernah matang karna tak kumasak.

Lalu, hari ini. Hari yang menyimpan sebuah misteri. Tapi aku hanya bisa melihat urutan takdir itu dalam bingkai manis milik temanku. Bahkan sebenarnya hari ini aku berselanjar demi menutupi hartanya. Aku mengorbankan separuh waktuku untuk sengaja berada disana... kalau-kalau nanti aku berani menyapa.

Ah, tapi aku memang terlalu memikirkan caranya, bukannya langsung bertindak.
Bahkan disaat sudah sedekat ini, aku kembali pura-pura menghindar, padahal sebenarnya aku bisa menyapa sambil menghiasi sang takdir dengan senyuman.

Ah, seandainya bisa.. tapi hari ini memang aku hanya bisa menahan hartanya, bukan waktu dan senyumnya.

Ah, seandainya bisa, aku hanya ingin menyapa, bercerita, melihat senyum merekahnya, lalu mengukir takdir itu.

Mungkin belum saatnya, tapi sebelum semuanya berakhir, aku harus mengukir sang takdir.

Kamis, 13 November 2014

Perfect Love


Hari makin berganti seraya hujan yang kini mulai turun membasahi bumi.

2 hari yang lalu air dirumah kami mati. Entah karna pompa yang sudah termakan usia, atau memang tanah yang basah ini sudah tak mampu memberi air lagi? Entah.

Malam tadi aku sempat berbincang ditelepon dengan seorang kakak. Ia menyarankanku untuk memberi tahu masalah ini pada kakakku yang lain agar barangkali mereka dapat membantu, atau bahkan memberi.

Namun hingga hari mulai berganti, tiada jawaban akan harapan yang mungkin dapat terjadi malam ini. Ah, mungkin saja mereka sudah terlalu lelah akan aktivitas harian yang pasti pergi pagi pulang malam dan sangat menguras keringat.

Tapi aku yakin dan tau benar bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan adalah bentuk cinta yang tulus dan ikhlas.

Setiap hari mereka harus terbangun lebih dahalu, bahkan saat kita masih bermimpi.
Mereka harus memulai hari dengan banyak ujian, seperti terkena kemacetan kota, atau berbagai pekerjaan yang sebegitu rumitnya.

Namun disela-sela kesibukan mereka, tak pernah sedetikpun mereka lupa akan kita. Akan kami. Akan ketulusan bekerja keras demi menafkahi kami, yang menjadi tanggungannya.

Terkadang tak jarang mereka menyempatkan untuk mencuri waktu sibuknya, sekedar menghubungi kerumah. Lalu bertanya, "lagi ngapain?"
Atau mungkin, "kamu sudah makan? Ada makanan apa dirumah?"
Bisa juga, "Gimana ulangannya? Bisa?"
Dan juga, "Ada kabar apa dirumah?"
Dan dering telepon itu cenderung ditunggu-tunggu untuk direbutkan saat mengangkatnya.

Saat malam hari, saat kita mungkin sedang menikmati berselonjor kaki didepan TV, namun mereka masih harus segera menyelesaikan pekerjaan rumit itu hanya untuk segera pulang dan kembali ke istana tercinta. Namun harapan itu cederung sirna, karna tak jarang mereka baru tiba pukul satu pagi, dan melewatkan makan malam bersama kami.

Dihari-hari terkemudian, mungkin tiba saatnya hari libur atau memang disengajakan cuti karna ingin punya waktu dengan keluarga. Saat-saat seperti ini mereka gunakan untuk melepas tawa dalam kebersamaan, meski sering kali berjuta-juta rupiah yang selama ini mereka cari dengan rumitnya, bisa saja terhambur begitu saja dalam hitungan detik.

Namun itu karna ketulusan.
Mereka rela memberi, tak pernah minta dikembalikan.
Mereka yang rela berjuang, dan berharap kami bisa mendapatkan yang terbaik dari yang baik.



Kini akhirnya aku mulai berhenti memikirkan segalanya.
Pada akhirnya mereka memanglah mereka yang paling hebat bagi kami semua.
Mereka memang segalanya bagi kami semua.

Karna merekalah yang selalu ada dikala kami tersisih.
Mereka adalah orang pertama yang selalu berkata bahwa KAMI BISA.
Mereka jugalah yang selalu menggandeng dan memeluk kita saat bahaya mengancam.
Merekalah yang selalu bisa membuat kami tersenyum dalam tangis, tertawa dalam bimbang, dan terharu dalam doa.


Mereka adalah orang-orang yang selalu menomorsatukan kami dalam setiap doanya. Dan tentu menjadikan kami prioritas utama dalam hidupnya.

Dan dalam kehidupan ini, hanyalah mereka laki-laki terbaik yang pernah ada. Yang pernah aku kenal, bahkan yang paling hebat dari segala sesuatu yang bagi orang lain lebih hebat.


Karna itu, teruntuk mereka yang selama ini telah lelah berjuang bagi kami, terima kasih atas segala sesuatu yang pernah mereka beri bagi kami. Atas sejuta cinta yang pernah terasa, atas segala jerih payah yang pernah tertuang.

Tiada lagi kata yang bisa menunjukkan betapa cinta itu terasa, hingga aku bahkan ingin mencari dimana adanya, satuuu saja. Lelaki yang segalanya sama seperti mereka.


Tapi, kebodohannya adalah, kami kadang tak menyadari keberadaan mereka. Bahkan kami melakukan hal buruk dibelakang mereka, lalu memasang tampang malaikat saat dihadapannya.
Kebodohannya adalah saat kami membuat mereka kecewa akan hal sepele, namun menyakitkan.

Dan kebodohan yang paling bodoh adalah, ketika kami tak mampu megungkapkan rasa ini. Rasa bahwa sesungguhnya mereka adalah manusia yang paling kami cintai. Bahwa kami sesungguhnya tak bisa bicara sejujurnya pada mereka. Bahwa sebenarnya selama ini ada hal yang benar-benar penting dan harus kami bagi karna kami tak tau apa solusinya. Kami sadar, mereka pasti punya jawaban terbaik untuk keputusan ini,  tapi kami tak tau bagaimana cara mengungkapkannya.



Miris memang,

padahal kami hanya ingin membuat mereka bangga. Yaa, sekedar membalas jerih payah mereka dengan senyuman atau bahkan gelak tawa yang tercipta karna kami.

Padahal kami hanya ingin memeluk tapi tak bisa.,karna tak biasa.

Padahal kami ingin mencium, tapi tak bisa., karna akan terasa aneh.

Padahal, kami hanya ingin berkata pada mereka, yang kami sebut kepala rumah tangga, bahwa:


"Ayah, kami sayang, cinta, dan beruntung sekali memilikimu...,"



Mungkin bukan sekarang,
mungkin bukan dalam kesempatan ini,
tapi kami tau pasti,
suatu saat,
sebelum saatnya tiba nanti,
kami pasti bisa mengatakan hal itu pada mereka.


Dan satu hal yang kami selalu ingat adalah, kami juga tak pernah lupa menyebut namamu dalam setiap doa kami.

Semoga Tuhan kami selalu mendengar setiap bisikan kata yang tak mampu terucap pada mereka, tapi selalu terbatin pada Yang Maha Kuasa.


Yang terakhir,
mungkin kami lupa,
mungkin belum bisa terucap,
tapi mungkin bukan pada saat ini saja,
bahkan sepanjang hari kami mungkin bisa menyampaikannya......,

"Selamat hari Ayah, terimakasih, dan tetaplah menjadi Ayah yang hebat bagi kami...."


....amin.....

Minggu, 02 November 2014

'Laper' apa 'Doyan' ?

Tik tok tik tok tik tok tik tok.....

Waktu sudah menunjukan pukul (entah pukul berapa), tapi pagi ini biasa diganjal dengan semangkuk oatmeal yang kata tips di Instagram, bisa menahan lapar lebih lama daripada nasi.

Oke, rasanya hambar, sama kayak hidupku tanpamu...... *eaaaa


Gue pernah denger ada seorang 'teman' laki-laki yang sekitar setahun yang lalu pernah berkata saat fajar menyingsing diatas bus jemputan,
"siapa yang mau gue harapkan buat masak sepagi ini???"

Semestinya saat itu gue bisa jawab,
"yaa gue lah."
Atau setidaknya membagi bekal nasi bersama dia. Tapi, nyatanya dia duluan yang membagi sebungkus roti Patisari yang dia beli di pinggir jalan dekat rumahnya.

Sejujurnya, mama yangti, selalu rajin sekali membeli sayur mayur ditukang sayur. Terlebih untuk membeli tempe tahu ditukang jualan. Namun, Ia selalu lebih senang menyimpannya sampai kering nggak jelas, daripada langsung mengolahnya.

So, intinya mama itu suka males masak. Tapi kadang kalo lagi rajin yaa masakannya super enak. Ya tapi nggak kadang juga, masaknya itu itu mulu.
Alhasil selama kelas 3, yang selalu masuk pagi ini, saya benar-benar terlantar nggak pernah makan dan kelaparan (ini hiperbola).

Tapi, meski sering nggak pernah makan, tetep aja kaga kurus-kurus.
"Ngapain kurus-kurus?", kata seseorang yang belakangan ini selalu ngecengin gue.

Dan walaupun pagi cuma sarapan bubur gandum, siang kaga makan, tetep aja kalo makan langsung direkap porsinya.....yaaa tetep aja kaga kurus-kurus. -_-


Hmmmm....
Bicara soal makanan,
Kemarin dulu udah lumayan lama sekali, gue pernah bikin kue.
Namanya Blackforest kukus.
Bukan Brownies..
Niatnya emang mau ngasih buat temen yang kemarin ultah. Kebetulan hari itu gue diundang tapi nggak bisa dateng.
Dan hadiah yang berharga itu kan hasil karya sendiri yang bikinnya pake hati. iya gak tuh??

Tapi, niatan lainnya adalah, yaaaa pengen ngasih aja buat seseorang. Eh terus pas gue tanya ke dia gimana rasa kue nya (nanya nya beberapa hari kemudian), masa dia bilang, kue gue kurang asin, kurang gurih.
Yakali, itu kan emang kue yang manis, sayang..... ^_^

Dan lebih polosnya lagi dia bilang,
"coba lo kasih santan deh biar gurih...."

Percayalah saat itu gue hening sejenak. Pengen ketawa ngakak rasanya. Tapi dalam kondisi ditengah jalan, dan berada digoncengan dia, rasanya nggak mungkin gue ketawa ngakak macem begitu.

Pada akhirnya gue cuma nge-iya-in aja omongan dia. Yaa kayak biasa. Huh, dasar polos, gimana mungkin adonan Blackforest gue kasih santen? Emangnya sayur lodeh?! XD

Sejak kejadian itu, kalo bikin kue, gue bener-bener ngeliat resep. Biar nggak salah numpahin santan kedalam adonannya.
Dan gue pun lebih hati-hati sekali, karna kalo bikin kue, lebih sering adonan dibawahnya nggak mateng. Tapi untuk kali ini..........

MATANG SEMPURNA!!!!

YIPIYEEEEE =D

Mungkin karna efek membuat dengan cinta kali yaaa wkwkwkwk
Dan kue yang ini juga tampilannya lebih manis. Semanis senyumannya...... *eaaaa

Tapi rasanya akan lebih manis lagi kalo ada yang bilang "manis". Lagian pas ada yang sama manisnya, ada yang minta dikasih lagi tuh....

Entahlah, toh niatan hari ini terwujud nyata dan cukup memuaskan. Yap, modus hari ini berhasil. Bahkan berhasil ketebak untuk kesekian kalinya. Oleh pihak lain tentunya. .-.


Bicara hal lain soal Lapar, terkadang walaupun lagi nggak lapar, tapi kalo makanannya enak yaa tetep aja disantap. Cenderung lebih sering jadi tempat sampah makanan orang lain yang udah kenyang lalu nggak dihabisin.
Hellooo, sayang dong nasinya. Sini aku makan ajaaa... nggak peduli deh sama yang namanya "berhenti makan sebelum kenyang".

Tapi memang kalo makan itu harus dihabisin loh. Se-nggak-enak apapun makanan di piring kita, wajib dihabiskan. Tapi cenderung nyesel. Karna dari awal ngambil banyak, taunya nggak memuaskan, malah lebih parah lagi kalo rasanya pedes.
Ah sial.
Tapi nggak jarang udah ngambil dikit, ternyata rasanya begitu dahsyat, tapi malu buat ngambil lagi, hihihi ;)

Sekali lagi bicara soal makanan.......
Sebenernya kalo laper dan nggak ada makan (atau sengaja nggak diadain karna begitu hemat) kita bisa minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengganti lapar itu.

Sayangnya,
kalo kangen sama seseorang,
nggak bisa cuma memandangi fotonya aja.
Harus ketemu.
Itu bedanya.

Nb: karna apa yang ada difotomu tanpa dipandang sudah membuat kenyang. Tapi kalo ketemu langsung bisa bikin doyan.

Bye, sampe ketemu lagi ya.
Jangan lupa makan.
Aku nggak mau kamu sakit =)

Jumat, 31 Oktober 2014

Kerajaan

Suatu hari, saat mentari pagi bersinar cerah, aku bangun dan berusaha tak lupa untuk berdoa. Tentu bukan matahari itu yang membangunkanku,  --tapi mama, pastinya.

Hari ini baru senin.
Baru saja memasuki minggu yang baru. Area pembelajaran baru, bab demi bab baru, karna seminggu yang lalu kami sama-sama berjuang dengan kompaknya mengerjakan UTS.

Hari itu bagai hari penuh kejutan.
Tak biasanya tidak upacara, tak biasanya tidak bertebaran, namun seperti biasa kalau selalu menjadi sumber suara dimana-mana.

Kali ini aku sedikit merasa canggung. Dengan begitu besarnya nikmat maha dahsyat ini, dengan sesempurna perkenalan ini, terkadang aku merasa bagaikan manusia paling tak tahu apa-apa dalam lembah pengetahuan.

Terkadang dalam keadaan seperti saat ini, hanya sebuah kepribadian yang mencerminkan sikap.

Kadang aku senang saat melihatnya tertawa atau bahkan menertawakan suatu hal yang tidak lucu.

Kadang aku tersenyum geli mendengar yang lain bernyanyi atau teriak tak pantas.

Kadang aku terpingkal-pingkal merasakan kebodohan sesama.

Namun kadang aku gerah berada pada lembah empuk yang tak jarang hanya berujung pada kegaringan.

Terkadang aku cemburu melihat ada satu sama lain yang sebegitu bahagianya.

Terkadang aku pening mendengar yang lain berteriak, memberontak, tertawa kencang.

Terkadang aku menginginkan kebahagiaan lainnya, Terkadang aku merasa tak puas memiliki keajaiban yang pernah ada.

Sama halnya seperti saat aku tersadar..., Sesungguhnya mana yang disebut sejati? Sebenarnya mana hati yang selalu tulus, ikhlas, menerima apa adanya tanpa mengharap yang tidak ada...?

Sama halnya ketika aku tau..., terkadang kala berbagi bersama seseorang akan membuat orang lain merasa kecewa karna tak-terperhatikan. Terkadang aku merasa tak nyaman berada dalam suatu diskusi yang ada dalam suatu diskusi lainnya.

Yang mana yang sebenarnya sejati?
Yang setiap hari selalu bersama?
Yang setiap hari selalu tertawa?
Yang setiap hari kuajak memperhatikan sosoknya?
Yang setiap hari selalu kupandangi?
Yang setiap hari kuceritakan tentang pandangannya?

Atau mungkin,
Yang tidak selalu setiap hari ada, namun membuat bahagia sekali-duakali waktu?
Yang tidak selalu setiap hari berbicara, tapi memberi kelegaan dijiwa?
Atau malah yang tidak pernah punya hari-hari khusus tetapi nyata adanya?

Entahlah, kerajaan ini terlalu besar untuk mendefinisikan segalanya.

Hanya saja, sebuah kesetiaan dan utamanya kesejatian akan mulai tercipta saat adanya kebersamaan. Dalam bentuk apapun itu, sekedar hanya bisa memandangi dari jauh, mendengar ocehan dan gelak tawanya..., setidaknya bahagia tidak perlu dengan membuatnya bahagia, tapi melihatnya bahagia dan tertawa...---bersama orang lainnya.

Karna pada akhirnya, benar kata seseorang disana,
"Kita tidak harus selalu bersama orang-orang yang sama. Karna suatu saat kita pasti akan berpisah dengan orang yang selama ini bersama kita, lalu mencari orang-orang baru untuk mempelajari bagaimana hidup sesungguhnya.........Terbuka, tanpa berbeda."

Jumat, 24 Oktober 2014

Amnesia

Pernah nggak ngerasa bingung setengah mati nyariin kunci motor, padahal kuncinya ada di saku celana?

Pasti pernah.
Rasanya bingung banget.
Sama kayak sekarang ini.
Nggak ngerti kenapa semenjak denger kabar-kabar sliweran yang bikin kepikiran, sekarang memang bener-bener jadi kepikiran.

Nggak ngerti kenapa setiap kali melihat dia atau mereka membuat obrolan didalam suatu perbincangan, obrolan personal yang sesungguhnya membuat orang lain benar-benar penasaran, obrolan 'rahasia' yang pada akhirnya membuat jengkel.

Ayolah, manusia peka kan nggak sepolos itu. I can feel the difference of you!

Waktu itu masih fajar.

Mata ini masih tertutup rapat.
Angan ini masih kelabu, masih nggak jelas ngebayangin apa.
Sepersekian detik kemudian mata ini tersadar.
Perlahan membuka selaputnya. Perlahan mencoba memandang kearah jam yang menggantung 'nggak tinggi-tinggi amat' di tembok kuning itu.

Ah, pagi.

Sudah pagi.

Lalu cenderung membenarkan posisi tubuh, terpaksa melepaskan rasa rindu pada bantal yang seharusnya masih bisa dipeluk lebih lama.

Lebih selalu ingat untuk berdoa walau selalu terlambat. Tak apa, Tuhan tetap selalu ada seterlambat apapun umatnya menyadari Ia ada.

Pagi menjelang siang ini membuat semakin kepikiran. Kepikiran suatu hal yang nggak sepenting itu untuk dipikirkan. Toh manusia yang seharusnya lebih memikirkan itu memang tidak pernah terpikir untuk berbagi pikirannya.

Jadi buat apa dipikirkan?

Tapi entah mengapa selalu terpikir hal itu. Bodoh memang.
Memang mungkin bodoh kalau sampai terpikir seperti itu.
Ya memang begitu.
Entahlah.

Tapi pada akhir dari semua pikiran itu, gue selalu berpikir ulang, bahwa memang pada akhirnya,

"nggak semua hal nggak penting harus lo jadikan penting".

Untuk masalah ini, gue rasa cukup penting bagi dia atau mereka. Cukup penting juga karna,

mengapa bukan gue yang dianggap penting untuk memikirkan hal sepenting ini?

Alah, sudahlah.

Nggak penting.

Mungkin pada akhirnya nanti ada hal yang lebih penting yang bisa gue pikirkan.

Tapi untuk masalah lainnya, sesungguhnya benar-benar membuat gue berpikir keras. Karna hal ini cukup penting, sampai bisa dengan mudahnya membuat jalan dan arah gue entah nyasar kemana.

Semua ini karna gue terlalu mikir.

Entah mikirin dia,

saudaranya,

atau temannya.


Kadang rasanya ingin amnesia.
Hilang ingatan.

Kadang rasanya ingin pura-pura, atau bahkan benar-benar tidak tahu.
Toh yang seharusnya mudah untuk diketahui malah terasa sukar ditebak.....
atau pura-pura tidak tertebak?

Kadang rasanya ingin menutup mata.
Menghayal.
Membayangkan semua ini hanya bagian dari sandiwara yang memang benar-benar pura-pura, hanya untuk sekedar kejutan ulang tahunan.

Kadang,
Semua yang dibayangkan itu,
Pada akhirnya memang hanya bisa terbayang.

Seperti hari ini.

Rasanya aku sudah lelah melemparkan berbagai macam hal agar sosok apapun itu menyadari sesuatu apapun yang pernah ada.
Namun tiada sosok, bahkan wujud nyata yang diharapkan pun tidak mengerti, dan menyadari.


Atau sebenarnya ia tau?

Apa sesungguhnya dia sadar?

Mungkinkah selama ini kamu mengerti?


Terkadang boleh saja melepaskan apa yang kumiliki agar tidak bersinggungan dengan yang kamu punya.
Tapi, cobalah untuk tidak acuh saat kita bertemu dipersimpangan jalan yang sudah jelas benar-benar jalan yang kubuat khusus berkarpet merah untuk dilangkahi, bukan sekedar diinjak.

Dan,
Terkadang,
Semua usaha yang sudah cukup melelahkan ini kembali mengingatkan pada banyak hal.

Salah satunya,

adalah,

Mengapa harus terus dipercaya bila dia sendiri tidak tahu apa yang harus dipercayai?

Karna, aku percaya bahwa ada yang beda.
Tapi, aku belum sepenuhnya percaya kalau kamu mempercayai hal itu.

Jadi,
Percayakah kamu,
Bahwa ada aku disini?
Bahwa aku yang kusebut, sering kurasa sebagai sebuah makna yang terasa?

Iya,
Mungkin kamu tau,
Tapi pura-pura tidak tau.
Atau tau, tapi mencoba untuk tidak tau.
Atau tau, tapi tidak mau tau?
Oh iya, atau mungkin kamu tau, tapi tidak mau pengetahuan ini merusak sejarah yang pernah ada?

Dan atau mungkin ternyata bisa jadi kamu malah benar-benar tidak sadar???





just,
-Heaven Knows-

Sabtu, 20 September 2014

The Train

Pernah naik kereta?
Gue masih bingung kenapa lagu "naik kereta api" bunyinya 'tut-tut-tut'???
Perasaan nggak begitu suaranya. Emang keretanya kentut apa bunyinya tut-tut-tut?

Pagi ini, saat mentari terasa lebih segar dari hari-hari lalu, saat gue yang biasanya ngatuk, tapi hari ini semangat banget. Bukan karna mau ketemu doi, harusnya gue malah sedih karna hari ini gagal jalan bareng dia, tapi pagi ini me and my team goes to Kota.

Mereka lebih tepatnya adalah editor cerpen-cerpen gue...yagitu, saking banyak rencana ini itu ujung-ujungnya hanya menjadi WACANA alias cuma cerpen semata. Tapi hari ini, mereka yang ngedit cerpen gue, mereka yang bikin cerpen ini bukan hanya sekedar cerpen, tapi kenyataan.

Nyata loh. Akhirnya kesampean juga jalan bareng mereka. Lengkap. Hanya kita. Nggak ada fans-fans yang ngerubunin.

Hmmm, udara pagi di KRL ini mengapa terasa bagai parfum mesin terbang saat awal Januari lalu?? Merasa dekat dengan pramugara dikibulin itu wkwkwk #abaikaniniplis

Pagi ini,
Semua orang sibuk.
Sibuk buru-buru naik kereta,
sibuk nyari bangku,
Dan pada akhirnya sibuk sama gadget nya masing-masing.

Kalo kita bedaa, kita tentunya lebih sibuk sama selfie, tapi di tempat umum kayak gini kayaknya bukan saat tepat untuk cari perhatian hihihi.....

Kereta yang kalo dari dalem terasa berjalan sangat lambat, sesungguhnya dari luar melesat sangat cepat.
Sama kayak hidup ini, kita ngerasa menjalankan sesuatu yang membosankan dengan sangat lama.. sementara waktu seperti berputar lebih cepat saat kita lagi happy.

Kereta ini berhenti di setiap stasiun demi mencari dan atau menurunkan penumpang.
Sama kayak hidup ini, kita berkelana kemana-mana, kadang bertemu dengan orang baru, tapi lebih sering melepaskan orang yang sudah lama ada.

Bicara soal orang baru yang sudah lumayan lama ada......
Kenapa dia nggak dateng saat dibutuhin?
Kenapa dia nggak ada saat diharapkan?
Kenapa dia nggak mikirin nanti gue bakalan gimana, bakal pergi sama siapa?
Kenapa kok kayaknya dia nggak pernah bisa gue ajak pergi, tapi kalo yang lain ngajak jalan dia ikutan?

Kayaknya harus gue yang pura-pura nggak bisa, biar dia nggak ngerasa "nggak enak" kalo perginya sama orang lain.

Entahlah, mungkin gue harus pergi naik kereta ini, menuju tempat antahberantah untuk mencari penumpang baru yang mungkin lebih baik dari yang sebelumnya.

Atau mungkin sekembalinya ke stasiun awal nanti, gue akan bertemu dengan dia di tempat umum yang jarang mempertemukan orang.

Mungkin ini hanya sebuah kebetulan. Atau takdir yang mempertemukan kita.

Dan dari sekian kilometer jauhnya dari kota kita, diatas kereta api yang berjalan pada rel panjang,
Inilah aku, yang sebenarnya ingin hari ini menjadi sebuah sejarah bagi hati kami.

Kami, yang entah mengapa gue paksain jadi "kita" padahal menjadi "aku dan kamu" saja belum bisa terjadi...

Selamat pagi, selamat sekolah.
Hati-hati ya disana..

Jumat, 12 September 2014

Istirahatlah Sebentar

Weekend alias akhir pekan adalah saat dimana hari-hari terakhir dalam suatu minggu yang entah mengapa terasa sangat-lebih sebentar dibandingkan hari lainnya.

Bersyukur sekali kelas 3 ini sekolah gue ngasih libur sabtu-minggu. Tapiiiiiii, lo harus tau kalo dari senin sampai jumat kita harus ngikutin jam pelajaran dari anak-anak kurikulum 2013 yang sepertinya menganggap rumah mereka memang disekolah (jadi sekolah bukan lagi rumah kedua tapi pertama).

Kita masuk dari pagi sampe paling sore jam 3an. Tapi untung aja kalo hari rabu dan jumat cuma sampai jam 12, bahagianya.

Ah, tapi sama aja. Seberapa jam pun yang disisakan dari waktu sekolah diatas itu, nggak akan bisa mengobati lelah ini (asik kan lelah ini...wkwk)

Sama halnya ketika gue udah begitu bahagianya saat menyadari ini adalah hari jumat.
Wah pulang sekolah mau tidur siang sampe malem juga nggak ada yang ngelarang kok.

Tapi siang ini gue mesti melakukan tugas seorang tante yang baik hati (nggak deng boong).
Lalu sore nya harus menjalanka sebuah misi penutupan tahun ini.
Sampai malamnya pun masih melaksanakan tugas acara maha keren yang masih menyisakan 2 hal lagi untuk diselesaikan.
You khow lah what i mean.

Besok sabtuuuuu....
Asik.
Tadinya diajakin gowes sama kakak. Tapi gue harus melaksanakan tugas negara besok pagi.



Sometimes, weekend memang hanya tergolong sebagai weekend tanpa kepingan waktu lebih didalamnya.
Setelah gue inget-inget, beberapa weekend yang lalu juga gue lewatkan dengan banyak sekali deretan aktivitas yang cukup melelahkan.

Hmmmmm.........
Tapi rasanya malam ini gue punya sedikit kata-kata (banyak loh sebenernya).

Meskipun saat weekend lo tetep beraktivitas seperti weekday lain meskipun tanpa harus pergi kesekolah, dan meskipun itu melelahkan saat lo bener-bener nggak punya waktu istirahat yang panjang..........,

Sesungguhnya apapun aktivitas yang lo lakuin bareng sama orang-orang yang lo sayang, mau selelah apapun itu pasti membahagiakan.

Dan sesungguhnya, sesebentar apapun waktu istirahat yang bisa lo gunakan, kalau lo menjalankannya dengan penuh hikmat dan dilakukan secara seksama (kayak bunyi proklamasi aja), pasti lelah itu akan terbayar.


Kuncinya ada banyak.....
1. Saat lo beraktivitas di hari apapun itu, lakukan segalanya dengan sebuah daftar kegiatan alias To Do List. Lo harus tau apa aja yang mau dan harus banget lo lakukan hari ini. Kalau perlu, hal itu harus lo selesaikan dengan penuh tanggung jawab. Kayak misalnya ngerjain PR, ngarang puisi, beresin kamar, atau cuci sepatu.

2. Saat lo lagi ada disekolah, lo harus pake jam tangan. Itu penting. Selain buat gaya, biar lo tambah keren, jam tangan juga bisa bikin lo nggak terlambat (padahal gue telat terus). Dan yang paling penting, saat lo tau sekarang jam berapa, lo juga harus tau jadwal ngajar seorang guru/mata pelajaran tertentu dari jam berapa sampe jam berapa. Jadi secara tidak langsung lo bisa ngitung jam istirahat dan jam pulang kira-kira berapa menit lagi.

3. Saat lo melakukan aktivitas padat di waktu weekday, jangan sampai melupakan yang namanya "sekarang hari apa". Tujuannya, sebagai motivasi kalau minggu ini hanya akan berjalan dalam beberapa hari lagi, alias, sebentar lagi hari libur!!!

4. Sebenernya lo hanya perlu mengawali segala aktivitas dengan membaca doa dan mengakhirinyapun dengan sebuah doa sederhana sekedar mengucap syukur pada Tuhan. Memang semuanya balik lagi kesini. Semua yang kita lakukan ini udah dapet acc dari yang Diatas.

5. Yang terakhir, yang paling penting nomor 2 setelah mengutamakan ibadah, adalah....., lo harus melakukan semua aktivitas itu dengan ikhlas. Percayalah apapun yang lo lakukan pasti punya tujuan yang baik bagi lo nantinya.


Jadi, Lakuin semuanya dengan tulus, meskipun feedback dari orang lain negatif.
Masa bodoh sama omongan orang lain.
Terserah mereka mau komentar apa soal kita.
Toh nggak ada manusia yang suci di dunia ini.
Lo juga pasti pernah komentarin orang lain.
Jadi, kalo ada yang nggak suka, terima aja. Doain aja. Anggep aja itu motivasi diri.


Dan balik lagi ke soal waktu istirahat..., kalo lo ngerasa sebegitu lelahnya dengan apa yang lo lakukan, dan waktu istirahat lo jadi berkurang,
jangan takut,
jalanin aja.
Sesebentar apapun itu,
syukuri aja.

Lo harus inget kalau nanti lo akan mendapat waktu istirahat yang sebebasnya lo mau selama apa.
Nanti.
Ada saatnya .
Saat kita benar-benar istirahat dari semuanya ini.

Nggak tau kapan,
tapi pasti nanti kita merasakan.



Jadi buat yang mau istirahat malam ini...., selamat bobo yaa, jangan begadang terus, mimpi indah, jangan mimpi yang aneh-aneh yaa...

Besok jangan sampe telat bangun. Katanya mau pergi?
Hmm, semangat ya buat kegiatannya di hari sabtu besok.

Jangan lupa kalo malem sabtu besok nggak kemana-mana, mending kita ke Summarecon nonton Ten2Five wkwk,
Bye,
jangan kaget ya kalo dapet salam dari akuuu.

Good night.

Kamis, 11 September 2014

Don't Let Me Alone

Tau Dudy Oris? Mantan vokalisnya Yovie and Nuno. Sekarang dia sedang merintis solo karier lewat single pertamanya berjudul "Laksana Surgaku". Saking asiknya lagu ini, gue jadiin ringtone panggilan masuk di HP. Tapi sesuai pengalaman yang udah-udah, keseringan bunyi (karna jadi ringtone) suara lagu ini jadi aneh. Karna gue nggak mau ngerusak musik yang sudah ada, sore itu gue putuskan untuk mengganti nada deringnya menjadi...... One Direction-Kiss You.

Sembari nongkrong di tempat favorit, gue iseng buka timeline twitter temen. Katanya kemarin dia ngetwit pake kode detektif gitu. Gue dan temen-temen sekelas emang lagi heboh mempelajari kode ini. Dan gue pun iseng ngebaca kode itu. "Aku kangen kamu yang dulu"  begitu yang tertulis disana. Gue jadi inget seseorang. Hmmm, mau gue jadiin status BBM ah. Tapi cuma "Aku kangen kamu".


Pas lagi mau copas tulisan kode itu, tiba-tiba musik yang gue denger berubah jadi lagunya 1D yang Kiss You itu. Dan tiba-tiba juga layar HP gue berubah jadi panggilan masuk.

Dari siapa?

Lo mau tau dari siapa?

Dari orang yang beberapa detik lalu wajahnya tiba-tiba terlintas di pikiran gue.

Sialan, bikin gue bingung ajaa. Bingung karna kalo gue angkat disini, suaranya akan menggema...akhirnya gue buka pintu, sembari menyiapkan hati menjawab panggilannya.

"Halo..." suara yang gue bikin paling manis.
"Halo, lun, ........" gue mendengar suara di seberang sana yang sepertinya sangat ramai sekali.
Perasaan gue nggak enak.
Tapi yaudah, gue pergi.

Hari itu gue ngerasa badmood banget lah.
Terutama karna ternyata menulis dengan kode detektif itu susah ya.
Harusnya 2 langkah lebih maju, gue malah 2 langkah mundur.
Entahlah.

Setiap saat gue melihat ke arah yang sama, selalu ada sesuatu yang aneh. Rasanya nggak enak aja melihat ke arah itu. Duh, bahaya, mulai makin aneh nih rasanya.

Apalagi karna setiap gue muter lagu di HP, selalu keputer lagu ini. Hampir Jadi, lagunya Kahitna yang gue banget itu.

Tapi lama kelamaan gue mulai nyaman sama moment itu. Walaupun ada yang ngeganjel, ada yang bener-bener ngeganjel senyum gue. Tapi dia ngambil batu penghambat itu, dia dan kelakuan anehnya itu bikin perasaan aneh ini jadi nggak ada ganjelannya lagi.

Gimana kalo kita nonton aja? Nggak sekarang, kapan kek, ayo nonton!!...... tapi gimana dong? Gue takut turun sendirian. Kalo gue jatuh gimana?
Lo cuma bilang gue harus tarik rem sekuat tenaga biar gak jatuh. Tapi kalo gue jatuh cinta gimanaa?
Lo bilang gue harus pegangan sama sesuatu yang sama. Ya itu apa? Gue nggak ngerti?! Lo sadar nggak sih?! Yaudalah kalo engga. Lagi pula gue berhasil turun dengan selamat. Lumayan seru, kayak naik rollercaster (ini bener gak sih tulisannya).

Bohong kalau spion diciptakan untuk liat kondisi lalu lintas dibelakang kita. Hari ini spion di motor gue pakai buat liat pemandangan yang biasa gue liat dan biasa bikin gue jadi nyamuk nggak berkepentingan diantara bunga bungaaa....

Mama pernah nanya, kenapa gue diem aja. Mama aja sadar anaknya lagi kenapa.

Tapi apa lo sadar?

Kalo engga juga nggak papa. Nggak masalah.

Tapi yang perlu lo tau, gue adalah orang yang bisa begitu saja menumpahkan air mata saat gue bener-bener ngerasa kesel sama situasi ini. Beruntung hari itu tangki air mata gue lagi kosong. Kalau engga......yaudah.

Pada akhirnya gue cuma bisa bilang yaudah saat lo memutuskan sesuatu.
Bahkan saat lo nanya kita mau pergi lewat mana, Gue cuma bisa bilang terserah, lalu mengikuti langkah kaki kemana lo pergi.

Semoga apa yang gue ikuti ini nggak bikin keran tangki air mata itu terbuka.

Semoga.

Intinya, gue cuma mau bilang,
untuk sekarang,
hari ini,
besok
dan kesempatan lain nanti kalo kita bersama,

Tolong jangan biarin gue pergi sendiri.

Jangan lagi yaa.

Makasih. :-)

Kamis, 04 September 2014

Salah Keren

Pagi ini cukup cerah, padahal gue baru tidur 2 jam karna semalem begadang streaming YouTube. Biasalah, kebanyakan kuota gini nih.

Pagi ini cukup sepi. Sunyi, tak seperti biasanya. Ada yang kurang, karna ada yang tiba-tiba hilang. Ada yang nggak pas, karna ada yang perlahan lepas.

Tapi pagi ini berjalan cukup lancar. Dengan segala ujian yang ada, puji syukur bisa terlaksana dengan baik meski harus ulang dari awal. 2 jam pelajaran cukup untuk menyelesaikan tugas maha kuasa ini.

2 jam sisanya, it's time for listening music. Gue udah sengaja bawa headset karna pagi ini gurunya memang izin diklat, yipiyeee wkwk.

Playlist pertama pasti lagunya Kahitna:   Soulmate...

"Meskipun tlah kau semaikan cinta, dibalik senyuman indah.
Kau jadikan seakan nyata, Seolah kau belahan jiwa.
Meskipun tak mungkin lagi tuk menjadi pasanganmu, namun ku yakini cinta, kau kekasih hati."

Entah sudah berapa bulan berjalan, tapi hari demi hari, pertemuan demi pertemuan yang ada, moment demi moment tercipta, lama-lama gue emang ngerasa aneh.
Rasanya Seperti menginginkan sesuatu   yang sama.
Kayaknya kalian seru banget ya. Keren banget deh. Kapan coba gue bisa ngerasain se-keren kalian?

Gue seneng liat orang-orang keren kayak kalian.
Tapi cobadeh, jangan jadi keren di depan gue.
Gue cuma belum bisa mewujudkan ke-keren-an yang selama ini terhayal dengan indahnya.
Tapi semuanya belum ada di dunia gue. Dan gue sedikit, bahkan amat-miris melihat ke-keren-an yang ada sekarang.

"We reach for something that's already gone" -Daughtry, September. Playlist selanjutnya yang terputar.

Yang sebenernya gue udah tau kalau gue nggak ada lagi artinya karna kalian udah keren. Tapi gue juga mau keren woyyy.....

wkwkwk ah gajelas banget deh tulisan gue hari ini. Emang biasanya juga gajelas kan? Maaf ya. Maaf kalo gue ada salah. Maaf kalo gue ngerasain ini. Terlalu bodoh memang.

Intinya, September ini, di kursi ini, diperasaan yang miris ini, tanpa rasa apa-apa yang penting, gue tersadar, kalian yang sekarang bukanlah kalian yang dulu. Kalian udah keren sekarang.

Semoga selalu keren ya.
Selamat pagi menjelang siang..
Byeeeee... ... ... ... ...

Selasa, 02 September 2014

Biar Kayak Anak Gahoel (part 1)

One day in my life....

Ceritanya gue yang sudah terbiasa bikin "wacana" macem-macem, alias "rencana jalan kemana-mana yang bakalan berujung pada kegagalan" --pada hari ini punya wacana baru. Yaitu,

nonton konser.

Wih, keren gak tuh? Gue udah browsing ada event apa di Summarecon Mal Bekasi, lokasi pusat hiburan paling kece se-Bekasi. Gue bilang begini udah kayak tiap satnight kesana aja yaaa, padahal kalo malem minggu mah nggak ada yang ngajakin pergi. Okelah ini sudah beda topik.

Jadi, walaupun gue ke SMB (begitu kata anak gaul Bekasi) baru beberapa kali, tapi gue udah bisa menilai kalau tempat nan-elite ini adalah tempat hangout-nya anak gaul jaman sekarang. Nggak cuma ABG nya aja, tempat ini juga asik buat keluarga kumpul bareng.

Mungkin nanti keluarga gue bakalan gathering disana, atau bahkan merayakan resepsi pernikahan gue (?) di downwalk nya...? Ah salah topik lagi-_-

Pertama kali gue kesana, waktu SMB baru banget dibuka. Waktu itu masih ada acara launching nya, tepatnya ada kakak gue si Maudy Ayunda yang nyanyi disana. Inget banget waktu itu dia nyanyi lagunya yang Tahu Diri. Kampret, gue banget nih lagu-_-

Kedua kali kesana, ada event asik yang namanya food apaagitu. Jadi, serba-serbi makanan tradisional khas Indonesia ada disana. Yang paling gue inget adalah saat ngantri beli Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang puanjaaang bingit. Mana didepan gue ada orang pacaran so sweet banget. Kan gue envy-_-

Gue juga pernah kesana buat nonton sulap. Hehehe.... waktu itu ada House Of Trick Denny Darko. Tapi pesulap nya bukan Darko. Bukan juga De** hmmm, oke jadi gue sempet norak minta foto bareng sama 3 pesulapnya itu. Frik banget anjir-_- mana ke-zoom lagi tuh kameranya. Sialaaaaan, yaudahlah yaa, nanti foto sama pesulap yang lain aja (bukan kode plis jangan peka, pake aja dulu tuh baju).

Setelah itu gue kesana buat nonton film yang pemeran utama prianya Ituloh, si Theo James. Film nya Divergent. Udah gitu nontonnya di The Premiere Summarecon (ituloh yang kursinya bisa diselonjorin). A beautiful day banget lah. Apalagi karna perpaduan acting nya Theo sama Shai so sweet banget. Apalagi pas adegan Theo nangkep Shai terus pelukan di pintu kereta... huaaaa teriak2 dah-_-

Next, gue kesana naik motor nih berempat sama Diyan Rama Linggar. Ceritanya mau double date wkwkwk gak lah, mau nonton Divergent lagi. Episode traktiran seventeen nya Linggar. Tapi sore itu hujan dan sold out juga tiketnya-_- jadi kami menanti hujan sambil duduk-duduk di downwalk. Kayak anak gaul kan? Gak beli apa-apa, cuma ngobrol doang wkwkwk XD

Oke, dan rencana selanjutnya adalah gue mau nonton konser Class Of Six (Ultah Oz Radio JKT yang ke 6) di SMB.

Tanggal 30 dan 31 kemarin. Sebelumnya, si Vany punya wacana mau menghabiskan sisa sisa tenaga jalan sehat buat jalan ke SMB bareng OMK. Plis kesananya bukan jalan kaki ya, maksud gue jalan-jalan kesono.

Beberapa hari sebelumnya gue udah browsing kalo bakalan ada Nicky Astria tgl 30. Sementara penyanyi wanita ini sepertinya akan lebih keren kalo yang nonton seangkatan kakak gue. Lah gue tau lagunya aja kaga-_- maaf ya tante :-*

Tapi terus Vany bilang kalo bakalan ada Raisa, Petra dll. Nah gue browsing lah. BENER BRO!!! Ternyata tanggal 30 hari sabtu juga bakalan ada Petra, Numata sama apa gitu. Dan tanggal 31 nya,

jeng

jeng

jeng.......

(sumpah plis deg-degan dulu dah)

Bakalan ada......

Hmmm....

Raisa,

Maliq and d'Essential,

and the real amazing super mega hits.........
.
.
.
.
.
.
.
KAHITNAAA!!!!

Ah, lagunya ituloh, walaupun grup jadul tapi gue pernah bilang kan kalo lagu mereka lintas zaman? Dan inilah yang bikin gue pengen banget kesana.....

Dan setelah beberapa hari sebelumnya gue promosi di grup Line OMK dan berujung pada di Read doang ala OMK, berakhir pada cuma gue Rara dan Rachael yang bisa nonton.

Tapi belum bisa juga loh.
Kali ini gue bakal bertanya sebuah pertanyaan klasik ala Shineaz....
.
.
.
.
Yang goncengin siapa? o_O

Hmm, harapannya sangat kecil.

Mau tau kelanjutannya?
Apakah gue jadi nonton konser atau engga?
Wah kepo deh.
Nanti dulu ya,
Batrenya low nih, gue pernah baca di Instagram: batrai HP yang bagus itu di Charge jangan sampe 100% , yaa paling 80%-an lah. Dan jangan sampe 0% juga.
(Padahal gue sering gitu)

Okedeh, kalo gitu tunggu kelanjutan ceritanya ya. Walaupun gue yakin kalian udah pada tau akhirnya gimana, tapi kan pada gatau prosesnya gimana?? Wkwk see you soon.

Rabu, 20 Agustus 2014

Nggak Ngerti

Sekarang lagu yang lagi paling sering gue puter di HP adalah lagunya KAHITNA yang berjudul............... Hampir Jadi.

Yaa, sekarang lagu ini jadi "lagu gue banget". Cukup tepatlah kalau dipakai untuk menggambarkan semua ini.

Semua yang dari dulu selalu gue rasa. Nggak ngerti deh namanya apaan. Perasaan yang selalu datang tiba2, entah gimana, dan tiba2 aja ada.

Ini apaan sih?? Selalu aja bikin resah. Gundah. Selalu aja berusaha memberikan sebuah tanda nyata, dan berharap dibalas sepercik harapan nyata (juga). Tapi jadi nggak jelas gini. Gantung.

Andai ada yang bisa menjelaskan, apa namanya ini. Ya tapi mau gimana lagi. Mau nggak mau, suka nggak suka, kita harus cari sendiri jalannya.

Jalan kemana kita akan melangkah.

BELOK KIRI dengan lampu sent, perlahan-lahan tapi pasti. Pasti belok. Tapi belum pasti sampai dijalan selanjutnya. Bisa aja cuma berhenti dimuka tikungan....atau jatuh dipersimpangan, karna ada motor lain dari belakang yang nyalip tiba-tiba.

Atau, kita harus BELOK KANAN? Perlahan-lahan tapi pasti. Menepi pada arah yang seharusnya. Nggak butuh pencet lampu sent lah, cukup butuh sedikit klakson tanda pemberitahuan. Tapi belum tentu kita bisa sampai di jalan itu dengan aman. Terkadang manusia diseberang sana tidak membalas klakson yang kita berikan. Akhirnya? Yaudah kita cuma bisa bersimpangan sama dia, tanpa saling tegur sapa. Bisu begitu saja.

Mungkin kita harus berjalan LURUS KE DEPAN.. Nggak peduli sama berapa belokan yang ada disepanjang jalan ini. Yang penting lurus, mengejar yang ada didepan. Tapi, belum tentu manusia yang ada didepan sana mau dengan rela-nya menanti kita. Belum tentu dia mau berhenti dan berbaik hati menunggu. Belum tentu dia bisa mengerti, bahwa dialah harapan kita.

Gimana kalo jalan KE BELAKANG aja? Sepanjang waktu memperhatikan spion. Memperhatikan apa yang ada dibelakang. Menjaga sesuatu yang hanya terlihat dari cerminan jarak jauh, menjaga sesuatu yang belum tentu mau berjalan berdampingan dengan kita. Siapa tau dia bertahan dibelakang....atau lebih parahnya menyalip kita dengan perlahan.

Tapi pada akhirnya kita memang lebih memilih BERJALAN DI TEMPAT. Karna kita masih belum bisa bergerak dari apa yang membuat kita bahagia saat ini. Kebahagiaan yang sebenarnya ada ketika kita merasa diberi sepercik harapan nyata. Sebingkis kejelasan...... Sederhana, tapi berharga.

Dan dari semua jalan yang ada, pasti selalu ada hambatan yang menghadang.

Dan saat didepan mata gue sendiri, gue tau impian ini udah hancur. Gue masih saja mencoba bertahan. Berharap mungkin ada malaikat dari surga yang tiba2 datang dan mengabulkan mimpi gue..

Apa harus gue akhiri? Gue nggak tau. Nggak bisa. Melupakan itu beribu kali lebih sulit dari pada memendam.

Lalu apakah ini nyata, ataukah cuma prasangka gue? Mungkin gue segitu percaya-diri-nya menganggap segalanya ini adalah tanda. Tapi bahkan gue nggak tau itu tanda apa.

Gak mungkin gue hindari. Susah. Perasaan bodoh ini udah membuat segala sesuatunya jadi baris pertama di otak gue.

Sanggupkah gue terus melangkah? Mencoba mencari apa yang sebenarnya terjadi. Mengusahakan hayalan bodoh ini menjadi kenyataan.....

Atau gue pergi aja? Dan percaya pada masa depan yang telah Tuhan ciptakan begitu indahnya untuk kami semua??

Entahlah, andai dia tau....
Tapi gue nggak mau dia tau.
Gue cuma mau dia sadar.
Sadar kalau selama ini gue berusaha mendapatkan perhatian bahkan hatinya.
Sadar bahwa selama ini gue selalu menanti dia........ menanti dia bales chat gue yang entah mengapa sering pending.

Hmmm, mungkin memang harus di-pending.  Nggak tau deh, gue juga bingung kenapa kita harus bersimpangan pada sebuah jalan yang sama ini.

Tadinya gue pikir semuanya akan menjadi sesuatu yang amat indah. Minimal nggak beda jauh sama bayangan dan hayalan polos gue.

Tapi ternyata gue memang terlalu polos. Terlalu sabar menanti sesuatu yang memang dari awal udah nggak jelas.

Mungkin memang gue yang terlalu polos.
Karna itulah gue nggak tau, apakah *ini* akan selamanya menjadi "hampir" atau mungkin "akan" dan bisa saja menjadi "sudah".

Entahlah,

Jangan terlalu polos kayak gue yaaa..

OKE?

Selasa, 19 Agustus 2014

Semua Tak Sama

Hari ini gue ngerasa aneh banget ada di koridor ini.


Koridor Tata Boga yang nggak pernah biasa dikunjungi anak Akuntansi. Yaaa, paling engga kita cuma kesini sekitar setahun empat kali. Kalau pas ujian doang. Itu juga jarang. Nggak setiap test kita dapet ruangan di gedung TB. Waktu itu malahan diatas Tebing.


Tapi hari ini beda.

Tahun ajaran baru mulai merubah semuanya. Merubah suasana guru yang tadinya jarang masuk jadi rajin (karna kelas 3 harus kejar-kejaran sama materi). Merubah lokasi kelas yang tadinya di pojok, ditempat kita kita biasa mojok tentunya....jadi ditengah.

Oke, jadi gini. Hari ini, senin pagi yang entah mengapa saat upacara tadi terasa ngantuk sekali......pelajaran KKPI yang gurunya sama kayak kelas 2 kemarin. Tahun lalu si bapak itu bener2 jarang masuk kelas. Alhasil sabtu sore kita habiskan dengan free class+makan kojek bersama. Sekarangpun sama halnya. Minggu lalu beliau sempat masuk. Nyuruh nyatet, dan katanya hari ini kita akan belajar di LAB. Iyaa, beneeeerr... sekarang kita udah ada di Lab. Tepatnya di lantai 2 gedung 3 (Tata Boga).

Suasana nya makin aneh, karna sekarang kan kelas 1 2 3 masuk pagi semua. Dan di gedung ini tentunya berisi anak TB semua. Percayalah, ini bukan quality time-nya anak AK. ya jelas. Kita berada di wilayah yang bukan jajahan kita. Tapi semuanya berjalan cukup mulus...termasuk saldo pemasukan uang jajan gue yang selalu terkuras karna sekolah 8 jam sangat menggoda iman. Apalagi kalo dikelas pada buka lapak dagangan. Huh, lama kelamaan kelas udah kayak warteg loh. Semuanya ada....

Hanya dia yang nggak ada.

Nggak juga. Sebenernya dia masih ada. Masih dengan gaya khas-nya, berada di kelas maha rusuh ini.

Tapi sekarang dia udah beda. Beda banget. Eh engga deng, beda aja. Sekarang dia punya hal baru buat ditekuninya. Dia punya pemandangan serta harapan baru yang tanpa perlu digapai, udah ada, persis dipelupuk mata.

Sekarang gue cuma bisa tersenyum kalo ngeliat dia bahagia sama apa yang dia punya. Selayaknya teman baik yang ikut seneng. Jujur ya, gue seneng, akhirnya dia bener-bener melakukan hal yang selama ini dia lakukan dengan salah. Sekarang dia sudah terarah pada hidup yang sepertinya jauh lebih baik.

But sometimes, gue sebagai seorang yang hanya bisa berdiri sendiri,  kadang pengen aja merasakan apa yang dia dan dia dia lainnya rasakan. Ah entahlah, abaikan saja. Toh selama ini gue juga cukup tersenyum saat membayangkan hal itu terjadi. Iya, membayangkan. Baru bisa membayangkan.

Dan sekali lagi, tahun ajaran baru mulai merubah segalanya.

Merubah jam pulang kita yang nggak tiap kelas samaan.. efeknya, jadi nggak bisa pulang bareng sama anak kelas sebelah wkwkwk...
Merubah kantin menjadi jauh lebih padet. Merubah perempatan MGT menjadi lebih macet. Merubah anak2 jadi rajin bawa bekal dan uang jajannya berlipat ganda, meskipun gue tetep sama, dan meskipun mereka masih tetep aja kaga bayar2 pulsa -_-

Merubah keadaan dimana dulu kalo kesekolah pasti ngarep ngeliat kakak kelas, tapi sekarang, mereka udah nggak ada. Sekarang kita yang jadi kakak kelas. Tapi, gue sama sekali nggak ngerasa jadi kakak kelas. Gue ya tetep gue. Tetep jadi adek kelas......yang terlalu ngarep wkwk.

Semua juga merubah diri gue. Merubah motivasi hidup gue. Kalo dulu, yang bikin gue galau ya adalah kakak kelas. Sekarang, ujian lumayan bikin gue galau. Galau melangkah menuju tahun depan. Galau melangkah menuju masa depan.

Gue bener-bener nggak tau mau ngampus dimana, mau ngambil jurusan apaaa... gue udah keseringan menghayal. Tanpa pernah tau kenyataannya.

Gue bener-bener bingung, mau pilih apa. Sama bingungnya kayak mau mempertahankan siapa. Orang yang udah jadi milik orang lain, atau orang yang deket banget sama orang lain?? Bingung.

Tapi semoga aja seiring berjalannya waktu,  efek kurikulum baru ini bikin kita semua jadi lebih peka terhadap pelajaran dan dunia disekitar kita.. Termasuk, peka sama seseorang yang selama ini mengharapkan kita..

Oiya, ini yang terakhir ya, kadang gue suka kasian sama adek kelas yang terlantar karna kapasitas kelas yang terbatas, jadi ada beberapa kelas yang selalu Moving class..........
Kasian ya, tiap hari moving class terus. Kapan mau moving on?

Jumat, 01 Agustus 2014

Candid Camera versi baru-barunya pake Galaxy Grand.

Lulu Marle, at office room Polymatech.


Febby & Mamet, old couple, belakang Grand Wisata




Baiklah, sisanya menyusul yapsss....
Dadaaaah :-*

Selasa, 29 Juli 2014

Comfortable......???

Comfortable.........?

Nyaman, adalah kunci utama dari kehidupan. Kalo lo gak nyaman sama diri lo sendiri, buat apa hidup?!

Setiap orang pasti punya pendapat masing-masing tentang yang namanya "kenyamanan".
1. Nyaman pake hapenya, itu penting loh! Karna lebih baik lo pake hape yang cuma bisa buat sms dan telpon aja, dari pada pake gadget maha-canggih tapi lo sendiri nggak tau cara memakainya. Ya katakanlah lo tau, tapi buat apa lo punya hape yang bisa buat ngapain aja, tapi nggak pernah ada yang ngajak lo smsan. Buang aja tuh hapenya! *ceritanya nggak ngaca*

2. Nyaman sama orangnya, friendship itu sangat penting ya saudara-saudaraaaa. Tanpa memiliki teman hidup kita hampa. Lebih baik lo jomblo seumur hidup dari pada nggak punya temen sama sekali. Yaaa walaupun nggak ada teman yang sempurna, selama kita masih nyambung kalo ngobrol sama mereka, dan selama kita bisa tertawa lepas bersama mereka, ya itulah temen lo.
Apalah arti teman sejati, sahabat sejati, gue juga nggak pernah menganggap si A itu temen dan si B itu sahabat. Semuanya sama aja. Selama kita selalu bersama, yaudah kita bersama aja (?).

Tetapi terkadang problema mulai hadir saat lo mulai ngerasa 'bosen' sama temen lo. Makanya jangan keseringan ketemu atau main bareng sama mereka. Kadang kalo terlalu lama kepisah juga bikin friendship itu terasa renggang. Jadi, mendingan kalo ketemu jarang-jarang aja yaaa!!!

3. Nyaman sama bendanya, kalo lo beli suatu benda yang nggak pas sama lo, pasti nanti gak enak kalo dipake. Makanya cari yang pas pas ajaaa...

4. Nyaman sama tempatnya, to the point aja yaa, saat lo bisa betah banget berada disuatu tempat....dimana mungkin nggak semua orang bisa selama itu ada disana, ya itulah tempat yang bikin lo nyaman. Trust me, kalo dirumah, tempat yang paling sering gue singgahi untuk sekedar nyantai, adalah kamar mandi. Repeat: KAMAR MANDI. Entah apa yang membuat nyaman, padahal banyak nyamuk disana. Tapi gue suka aja kalo duduk2 di toilet, dengerin lagu pake headset, gaming, atau nyanyi2 nggak jelas disana. Menurut gue, kamar mandi adalah tempat yang tertutup. Sunyi. Sepi. Lo mau ngapain aja disana, nggak bakalan ada orang yang liat. Yaaa,kecuali ngintip gitu dari ventilasi atau genting kaca nya wkwk.

Bicara soal kamar mandi, nggak semua kamar mandi itu nyaman guys. The best toilets I have ever used, is the toilet in my house.
Meskipun kadang bau pesing (tapi sekarang engga sih, kan udah gue kasih kamper sama parfume wkwk), walaupun kadang lantainya licin gapernah dibersihin, tapi kamar mandi gue yang sekarang memang yang paling nyaman, meski dibandingkan dengan kamar mandi real estate sekalipun.

Sekarang ini gue suka banget minum air putih. Bahkan kalo lagi meeting bisa habis bergelas2 air mineral. Jadi yaa hampir semua rumah udah pernah gue kunjungi kamar mandinya.

Hasilnya....?

Memang ya, jarkon home sweet home itu selalu benar. Sewangi apapun kamar mandi orang, kamar mandi gue tetep paling asik buat nongkrong. Gue bisa berdiam diri duduk disana berjam-jam.....sambil bermain bersama nyamuk-nyamuk centil ^_^

Entah apa yang daritadi gue bahas soal nyaman. Intinya, hidup itu butuh relaksasi, butuh ketenangan. Dari rasa nyaman itulah lo bisa tenang dan hidup damai.

So, kalo lo bosen berada disana, lebih baik pergi saja. Cari tempat lain yang lebih indah dari yang lalu. Karna di tempat yang baru pasti ada pengalaman baru!!!

Kalo lo bosen main sama mereka, ya diemin aja. Cari temen baru yang lebih bisa mengerti lo dan membuat lo nyaman. Membuat lo merasa lebih berharga hidup di dunia ini. Cari temen yang bisa ngajak lo ketawa bareng dan berjuang bareng. Jangan terus stay sama temen yang cuma bisa berjuang sendiri tanpa mempedulikan lo!!!

Kalo lo bosen nunggu dia peka, tinggalin aja. Lupain aja. Cari orang lain yang bisa kasih harapan nyata ke diri lo. Cari orang yang bisa kasih benda berbentuk real, bukan cuma difoto doang. Cari orang yang bisa dan mau memakai apa yang udah lo kasih dengan tulus ikhlas, bukan cuma menyimpannya hingga membusuk.

Jangan cari orang yang sempurna. Karena orang yang sempurna itu pasti mencari yang lebih sempurna.
Cari orang yang baik hati, yang tulus, yang baiiiiiiik banget. Cari orang yang bisa memperhatikan dan mempedulikan lo.

Cari orang-orang yang bisa bikin lo nyaman kalo ada didekat mereka.

Gih sana cari!!!
Buruan ya. Nanti keburu abis stock orang nyaman-nya.

Good luck, semoga bisa ketemu yang PAS yaaaa. Kalo nggak ketemu, ya berarti cuma ANGAN. Simple.
Bhayyyy!!! :-*

Sabtu, 05 Juli 2014

Some-time-s....

Terkadang manusia selalu menunggu. Iya gak? Iyalah, lo juga pasti sering banget menunggu sesuatu.

Yang paling sering kita lakukan adalah menunggu seseorang.
Entah nunggu dijemput, nunggu disamper, nunggu disapa, nunggu disenyumin duluan, atau yang paling tragis adalah, nunggu dia membalas perasaan lo. Guys, percayalah, disaat lo nunggu itu, yang namanya perasaan nggak tenang pasti selalu ada.

"Aduh dia bales sms gue gak yaa?" Dan pada akhirnya dia cuma baca doang. Mungkin nggak punya pulsa untuk bales.

Begitulah... yang namanya menunggu, ya lo harus korbanin separuh waktu produktif lo cuma buat berfikir bodoh. Semacam mengharapkan sesuatu yang belum tentu ada. Okelah dia janji jemput atau janji bakalan bales. Tapi kan kita nggak tau jam berapa dia jemput, dijalan macet apa engga, nggak tau dia punya pulsa atau engga, atau siapa tau jaringan lagi bermasalah. Saat dia udah bales sms lo tapi nyatanya nggak nyampe2 ke hape lo....wakakakak mungkin dia salah kirim ke modusannya yang lain.

Tapi ya, dari sekian lama pengalaman gue menunggu, yang paling nggak enak itu saat lo harus nunggu orang padahal jadwal lo saat itu padet banget. Tapi yang paling asik, adalah saat dimana lo nunggu orang itu bales sms. Lo mungkin punya beberapa pendapat dimana dia akan bales A atau bales B, C, D sampe Z. Dan saat paling menegangkan adalah, ketika lo punya acara bersama seseorang yang tidak biasa, dan lo nunggu, dia dateng atau engga. Saat dia nggak dateng pasti lo akan bertanya2, kecewa, tapiii yaudahlah...
Dan seandainya doi dateng, demi apapun lo pasti akan berubah 360° menjadi lebih manis dari sebelumnya. Hehehe, pengalaman guys, maklum yaaa :-)

But, so far, waiting is something that makes you patient... Menguji iman tentang ketaatan dan ketepatan. Nggak semua menunggu itu membosankan guys! Karna justru banyak hal yang bikin kita sadar saat menunggu. Yang paling ketara sih, ada 3 hal.
1. Kita sadar jam berapa sakarang.
2. Kita sadar kalau orang yang kita tunggu itu lama banget alias ngaret alias tidak disiplin waktu.
3. Kita sadar kalau kita butuh kepastian dari orang itu. Pasti ada, atau pasti tidak ada.

Hari ini, saat gue lagi ngetik tulisan nggak jelas ini, gue juga lagi nunggu. Nunggu dijemput hehehe.... Tapi pada akhirnya penantian gue ini berbuah manis, karna orang itu datang.

Dan walaupun gue harus menunggu dan menunggu lagi, gue percaya, dibalik menunggu yang selama ini gue lakukan, ada sebuah keajaiban kecil yang Tuhan berikan lewat sebuah atau sesuatu yang tentunya membuat gue tersenyum dikemudian waktu. Dia. Iyalah dia,  siapa lagi kalo bukan dia yang bisa bikin gue tersenyum, bahkan ketawa ngakak denger celotehan bodohnya itu.

Ah sudahlah, lebih baik kita menunggu hingga sesuatu yang lebih indah datang pada waktu yang tepat.

Atau, lebih baik kita pergi. Karna hidup ini terlalu singkat untuk selalu menunggu??

Whatever,  lo bisa pilih mau yang mana....

Stuck disitu dan nunggu dia, atau bangun dari tempat duduk itu, terus cari tempat duduk baru yang lebih empuk.


So, thank you for making me waiting for you.
■Love, adik Lunagita yang pilih nomor Dua.■

Jumat, 04 Juli 2014

Ketika 16 berbanding 60.

Suatu hari di bulan Juli...

Baru tanggal 2 yaaa.... di bulan ini yang ulang tahun cuma beberapa (dari segitu banyaknya anggota keluarga gue). Tanggal 4 ada my twin brother. Dan hari ini, Mama yang ultah. Tepat ke 60 tahun.

Sehari sebelumnya, gue sengaja ngakakin kakak2 yang cewek buat ngomongin surprise birthday ini di BBM. Karna gue yakin banget tidak ada dari mereka yang ngerti gimana cara buat multi chat, akhirnya gue yang mulai.
Siang itu gue lagi di Kapel Gereja. Sebenernya sih lagi nemenin bapak ke Bank BTPN terus ngantri lamaaaaa, jadi yasudah, gue lebih baik menjadi anak alim pergi ke kapel sendirian, duduk anteng berjam-jam di kursi marmer yang bisa muter2 itu. Do you know? I'm not praying. Gue malah asik banget BBMan. Dunia harus tau kalo hari itu, dari sekian banyak hari yang pernah gue lewatin bersama Galaxy Grand yang belum lunas ini, hari itu hape gue rame banget men! :')

But we must do what we have to do on Church. Iyaa,siang itu gue berdoa dibawah langit terminal Bekasi yang entah gimana panas tapi terasa begitu sejuk. Heniiiiing abis. Sempet banget pula selfie sama patung Bunda,terus upload ke Instagram hehehe....

Yak to the point, akhirnya setelah 2 hari satu malam hape gue rame dengan rencana buka bersama sekaligus merayakan ultah mama ini, rencana kita berjalan cukup baik. Repeat, Cukup-Baik. Cukup.

Di tanggal 2 itu, seharian mama merasa diabaikan karna tiada seorangpun dirumah yang ngucapin hbd. Yaa karna di rumah emang cuma ada gue sama bapak. Dan lagi kita pergi kemana2 terus. Hehehehe pissss...salam 2 jariiii :-*

But the planning is gonna be success....
Terus jam 5an, gue sengaja suruh bapak ajak mama ngabuburit (ceritanya), biar kakak2 pada dateng kerumah terus pas mama nyampe langsung....surprise......

Tadi gue bilangnya, "But the planning is gonna be success...." kan?
Jadi pas mba Ulan, Mas Wiwid dan mba Ara baru sampe, gini ya, ini menyedihkan sekali.
Bapak juga udah pulang sama mama -_- *plaaak*

Duh gagal plan kita saudara-saudaraaaa.....
Terus menyusul kedatangan rombongan kerusuhan: Bagas, Shasa, Aretha, and them mami pastinya. Mereka naik taksi dari Grand Wisata karna si papa belom pulang kantor.
Gue langsung aja mandi, karna dari tadi gak sempet mandi.
Setengah enam... dan datanglah personil rusuh selanjutnya: Adel, Dimas, Anin, Bima. Mereka kesini naik Freed spidey, bersama bude Ika dan pade Tezo.

Lalu tak berapa lama, azan magrib pu  berkumandang. Alhamdulillah wkwkwk... lansung deh semuanya pada rusuh buka puasa. Ada yang makan tajil, ada yang buka akua, ada yang minum teh panas, but trust me, cuma ade Anin seorang yang sibuk sama baju ballet barunya (yang ngasih mba Heny) ckckckck bocaaah....

Setelah itu papa Budi dan ayah Amol pun datang melengkapi kita. Kita langsung makan berjamaah, menunya ada;
Sop Bakso Kepala Sapi,
Sambel Goreng Daging Printil,
Ayam Goreng Citrus Garden,
Bakmie Goreng Kartini,
Risol & Bakwan Bu Jul,
Lontong PTI Khusus,
Pudding Mama Ulan,
And the last, the one and only,
Es Buah Tante Ara.

Petang itu semua lahap makannya, apalagi makannya pake krupuk gendar yang kemarin digoreng Mama.

Setelah kenyang sama makanan berat, kita langsung atur posisi buat tiup lilin. Kuenya yang beli mba Heny, belinya di MM loh, di BreadTalk. Nama kuenya tutti fruity kayaknya. Entahlah.

Semua ngerubunin meja, daaan.... selamat ulang tahun, kami ucapkan, selamat panjang umur, kita kan doakan, selamat sejahtera, sehat sentosa, selamat panjang umur,  dan bahagia..... *tiup lilin* (percayalah yang niup lilin itu pasukan rusuh, dan lo harus tau mereka kalo niup pasti pake disembur -_- wtf)

So the next is time to photo shoot!!!!
Yeaaay, sayang pade Tezo tidak bawa SLR. Ah tau gitu undang kakak.........lebah aja ya wkwk. Sudahlah beda topik.
---kita pun foto2.

And the last ceremony is bungkus bungkusin makanan. Katanya sih pada buat bekal sahur nanti. Yoweslah, sana mbaa, pada dibawain pulang yaa, kenyang banget ini liat makanan sebanyak ini. Waittss tapi kalo pudding sama cake nya sisain lah yaw, it's my favorite hahaha :-D

Whatever today, i'm just happy tonight. Pokoknya hari ini tuh yaaa, ramee, rusuuuh, seruuu.... Semoga someday kita semua bisa kumpul yaa, sama mas Bowo, mba Nia, Kinant dan Kirana jugaaa... Bali kek, Bandung kek, Narogong juga aku rapopo. Karna kita mau foto bersama.

Asal bersama, karna sesebentar apapun kebersamaan, akan terasa lebih bermakna, daripada kita sendiri.●

Fak lah dengan quotes gue barusan.
Tapi kalo yang lain sudah lengkap bersama pasangan dan anaknya. What about me? Darling, where are you, beeeyb?? Come to me as soon as possible, yes! I need your present, hohohohoho X-D

And in the end, happy birthday Mama, tiada ucapan indah yang dapat kusampaikan, tiada hadiah istimewa yang dapat kuberikan, hanya doa tanpa henti yang puji syukur masih bisa kupanjatkan tanpa melupakanmu. Semoga damai dan lindungannya selalu menyertaimu, Amin.


■Love, adik Lunagita yang pilih nomor Dua....