Selasa, 13 Januari 2015

SELASA INI

Pagi ini mentari tak terlihat wujudnya.
Kehangatan hanya kurasa dari kasih dan sayang umat manusia.
Dengan demikian juga aku mengerti, bahwa bumi mulai membelah waktunya kembali.

Waktu yang pagi-pagi ini membuatku tak sengaja berdoa, tak apalah bila hari ini hujan, asalkan cuaca disana cerah....."biar bisa dievakuasi secepatnya" kataku penuh harap.

Harapan itu mulai muncul kembali sejak beberapa hari yang lalu.
Mungkin kalau bukan mereka, aku tidak akan sepeduli ini. Tidak akan merasa seperti ini.

Meski tubuh mulai tidak mengambang,
mungkin karna tersapu ombak nanjahanam,
atau karna tangan Tuhan belum melepaskannya melayang dilautan.

Kata kunci dari segala kunci mulai ada. Saatnya menanti langkah selanjutnya yang nanti dapat mengungkap segalanya.

Semoga saja semua ini cepat tuntas terselesaikan....Karena mereka bukannya pergi, tapi hanya terbang lebih tinggi ketempat yang paling indah bersama Tuhannya.


Selesai dengan hal ini, aku mulai pergi keluar, membuka jalan menuju kepuasan. Baru saja aku bercermin, ah, sudah cukup rapi dari sebelumnya.

Dan nyatanya, waktu kembali sengaja mempertemukan kita, dalam perputaran detik tak bertepi yang menjumpai sinar indah dari kaca bening itu.

Aku mulai tak sanggup memandang, belum bisa saja menyapanya hanya dengan senyuman.

Lalu aku pergi, meninggalkan keindahan pagi ini..., yang meskipun mendung membasahi, tapi sinarnya tak tertandingi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar