Senin, 19 Januari 2015

Hujan Membawamu Menari

Hari ini sepi, sama seperti sendiri.

Hari ini kelabu, sama seperti merah jambu.

Merah jambunya hati ini, saat kamu menari...

Menari diantara rintik hujan,

Basah,

Lembab,

Tapi keharumanmu tetap kurasa, meski jauh disebelah sana.


Siang ini hujan,

Deras,

Seperti air mata yang kemarin tumpah, saat aku mengingat ciptaan maha indah dibumi...,

Tapi kemarin aku juga menari.

Menari dalam lukisan waktu,
Penuh tujuan tak bertemu,
Namun akhirnya aku tahu,

Ah, mendengar suaramu saja aku menari.
Melihatmu berlari bahkan aku bernyanyi.

Baru saja kemarin,
Waktu kembali mempertemukan kita...

Meski tak bersimpangan,

Tapi kamu ada. Dan aku juga.

Tapi kamu nyata, dan kita fana.

Tapi kamu bahagia, dan aku ceria.

Dan kini mungkin kamu merasa, bahwa aku juga berasa ada....

Entah ada apa,
atau apa ada,
tapi apa adanya saja.

Mungkin nanti indah pada waktunya.
Waktu aku bisa dan berani menyapanya....


Mungkin nanti bisa bertemu dalam selimut kehujanan.

Basah,

Lembab,

Tapi senang melihatmu ada disana.


Meski dalam diam,

Dan hujan,

Asalkan tidak banjir saja,
Karna nanti kita tidak bisa pulang.

~Salamku dari kejauhan~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar