"Terkadang banyak kenyataan yang tidak kita ketahui..."
Seperti halnya pada suatu kisah, dimana si perempuan ini nggak tahu apa arti sebuah rasa.
Seperti sebuah daun yang pada akhirnya akan jatuh dari pohon, sebenernya sebuah perasaan itu wajar bila muncul begitu saja. Otomatis apabila otot pikiran kita merubah suatu memori pertemuan, gambaran wajah seseorang, menjadi terputar ulang berkali-kali.
Dalam kata lain, kita mulai memikirkan seseorang itu.
Alasannya kadang logis. Karna orang itu memang selalu cari perhatian ke kita, makanya kita kepikiran terus. Tapi lebih sering yang nggak logis, seperti contohnya karna kita sering nggak sengaja papasan sama dia padahal harusnya nggak mungkin. Entahlah, memang terkadang dunia ini terasa begitu sempit. Nggak nyangka aja kalau tiba-tiba orang yang kita kenal juga kenal sama temen kita yang lain. Ajaib.
Soal memikirkan seseorang, kadang berhubungan dengan orang lain yang ada didekat kita. Kalau mereka peka terhadap tingkah laku kita, mereka bisa sadar kita sedang memperhatikan siapa. Tapi kadang mereka belum terlalu peka untuk tau mana orang yang sebenarnya kita lihat. Kadang ada bayangan lain yang justru mereka anggap benar. Hmm, sesungguhnya mereka telah salah menilai. Dan pada akhirnya kita malah bisa menutupi rasa itu dengan alibi paling klasik, yaitu, pura-pura memperhatikan orang lain. Tapi sesungguhnya lambat laun hal ini akan terungkap.
Justru karna kesalahpahaman tersebut, mereka malah salah menilai orang yang sesungguhnya, atau lebih parah lagi, malah mengambil alih perhatian dari orang yang benar dan memberikan si salah untuk kita.
Justru karna ketidaktahuan itu, mereka malah bisa mengarahkan si benar menuju orang yang lain, bukan kepada kamu yang jelas-jelas selama ini berusaha mengenalnya.
Justru karna kepolosan ini, kamu malah hanya bisa mendengar mereka membanggakan keadaan si benar dengan yang lain. Ketimbang menceritakan perasaanmu pada si benar.
Karena itu, kamu butuh beberapa orang yang mengetahui kebenaran. Maka dari itu, perasaan yang kamu punya bukan hanya tertutup kebohongan, tapi bisa diabadikan.
Tapi, kalau sudah terlanjur salah, mau diapakan lagi? Kesalahan yang kamu buat dari awal akan menimbulkan banyak kesalahan lain. Bersabarlah saja untuk selamanya jatuh pada kesalahan ini, karena alasan klasikmu ini, membuat mereka tak tahu, dan biar saja kamu yang memiliki dan merasakannya.
Hingga suatu hari kisah perasaan tak beralasan ini tak menjadi klasik lagi..
Tapi menjadi Ajaib....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar