Rabu, 20 Agustus 2014

Nggak Ngerti

Sekarang lagu yang lagi paling sering gue puter di HP adalah lagunya KAHITNA yang berjudul............... Hampir Jadi.

Yaa, sekarang lagu ini jadi "lagu gue banget". Cukup tepatlah kalau dipakai untuk menggambarkan semua ini.

Semua yang dari dulu selalu gue rasa. Nggak ngerti deh namanya apaan. Perasaan yang selalu datang tiba2, entah gimana, dan tiba2 aja ada.

Ini apaan sih?? Selalu aja bikin resah. Gundah. Selalu aja berusaha memberikan sebuah tanda nyata, dan berharap dibalas sepercik harapan nyata (juga). Tapi jadi nggak jelas gini. Gantung.

Andai ada yang bisa menjelaskan, apa namanya ini. Ya tapi mau gimana lagi. Mau nggak mau, suka nggak suka, kita harus cari sendiri jalannya.

Jalan kemana kita akan melangkah.

BELOK KIRI dengan lampu sent, perlahan-lahan tapi pasti. Pasti belok. Tapi belum pasti sampai dijalan selanjutnya. Bisa aja cuma berhenti dimuka tikungan....atau jatuh dipersimpangan, karna ada motor lain dari belakang yang nyalip tiba-tiba.

Atau, kita harus BELOK KANAN? Perlahan-lahan tapi pasti. Menepi pada arah yang seharusnya. Nggak butuh pencet lampu sent lah, cukup butuh sedikit klakson tanda pemberitahuan. Tapi belum tentu kita bisa sampai di jalan itu dengan aman. Terkadang manusia diseberang sana tidak membalas klakson yang kita berikan. Akhirnya? Yaudah kita cuma bisa bersimpangan sama dia, tanpa saling tegur sapa. Bisu begitu saja.

Mungkin kita harus berjalan LURUS KE DEPAN.. Nggak peduli sama berapa belokan yang ada disepanjang jalan ini. Yang penting lurus, mengejar yang ada didepan. Tapi, belum tentu manusia yang ada didepan sana mau dengan rela-nya menanti kita. Belum tentu dia mau berhenti dan berbaik hati menunggu. Belum tentu dia bisa mengerti, bahwa dialah harapan kita.

Gimana kalo jalan KE BELAKANG aja? Sepanjang waktu memperhatikan spion. Memperhatikan apa yang ada dibelakang. Menjaga sesuatu yang hanya terlihat dari cerminan jarak jauh, menjaga sesuatu yang belum tentu mau berjalan berdampingan dengan kita. Siapa tau dia bertahan dibelakang....atau lebih parahnya menyalip kita dengan perlahan.

Tapi pada akhirnya kita memang lebih memilih BERJALAN DI TEMPAT. Karna kita masih belum bisa bergerak dari apa yang membuat kita bahagia saat ini. Kebahagiaan yang sebenarnya ada ketika kita merasa diberi sepercik harapan nyata. Sebingkis kejelasan...... Sederhana, tapi berharga.

Dan dari semua jalan yang ada, pasti selalu ada hambatan yang menghadang.

Dan saat didepan mata gue sendiri, gue tau impian ini udah hancur. Gue masih saja mencoba bertahan. Berharap mungkin ada malaikat dari surga yang tiba2 datang dan mengabulkan mimpi gue..

Apa harus gue akhiri? Gue nggak tau. Nggak bisa. Melupakan itu beribu kali lebih sulit dari pada memendam.

Lalu apakah ini nyata, ataukah cuma prasangka gue? Mungkin gue segitu percaya-diri-nya menganggap segalanya ini adalah tanda. Tapi bahkan gue nggak tau itu tanda apa.

Gak mungkin gue hindari. Susah. Perasaan bodoh ini udah membuat segala sesuatunya jadi baris pertama di otak gue.

Sanggupkah gue terus melangkah? Mencoba mencari apa yang sebenarnya terjadi. Mengusahakan hayalan bodoh ini menjadi kenyataan.....

Atau gue pergi aja? Dan percaya pada masa depan yang telah Tuhan ciptakan begitu indahnya untuk kami semua??

Entahlah, andai dia tau....
Tapi gue nggak mau dia tau.
Gue cuma mau dia sadar.
Sadar kalau selama ini gue berusaha mendapatkan perhatian bahkan hatinya.
Sadar bahwa selama ini gue selalu menanti dia........ menanti dia bales chat gue yang entah mengapa sering pending.

Hmmm, mungkin memang harus di-pending.  Nggak tau deh, gue juga bingung kenapa kita harus bersimpangan pada sebuah jalan yang sama ini.

Tadinya gue pikir semuanya akan menjadi sesuatu yang amat indah. Minimal nggak beda jauh sama bayangan dan hayalan polos gue.

Tapi ternyata gue memang terlalu polos. Terlalu sabar menanti sesuatu yang memang dari awal udah nggak jelas.

Mungkin memang gue yang terlalu polos.
Karna itulah gue nggak tau, apakah *ini* akan selamanya menjadi "hampir" atau mungkin "akan" dan bisa saja menjadi "sudah".

Entahlah,

Jangan terlalu polos kayak gue yaaa..

OKE?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar