Kamu tau apa yang paling hebat di dunia?
Super Hero itu
hebat.
Tapi lebih hebat
kekuatan cinta yang tercipta diantara manusia sih.....
Aku mau cerita
tentang Super Hero yang hebat.
Aku menemukan
sekelompok manusia yang entah bagaimana dengan begitu polosnya mau-mau saja
susah payah berjuang keras demi terjatuh dalam lubang besar bernama zona
tidak nyaman. Katanya sih demi mencari pengalaman atau sekedar mengisi
waktu luang. Kalau untuk aku sendiri yang notabene salah satu diantara kawanan
manusia itu, memanfaatkan kebetulan ini sebagai ajang melarikan diri dari
rutinitas busuk dalam kehidupanku.
Sekalian cari jodoh, siapatau ketemu kan...
Sekelompok manusia
itu perlahan-lahan saling berbagi.
Sesederhana berbagi informasi, berbagi
minyak wangi, hingga akhirnya berbagi perhatian yang tulus dari hati.
Aku
mengenal mereka begitu lamanya, dan tidak pernah menyangka bisa sebegitu jatuh
cintanya. Sekelompok manusia ini semakin hari semakin berkembang.
Mereka
bergotong-royong membangun rasa saling percaya, bahwa ketulusan akan berujung
pada kebaikan.
Nyatanya benar.
Delapan bulan yang
telah kami lewati bersama ini sungguh sangat berharga.
Kami tidak pernah
mengeluh ketika harus bolos kuliah demi membantu teman yang harus ujian.
Kami
tidak pernah begitu melemah ketika ada teman yang jauh lebih sakit dan harus
benar-benar dirawat.
Kami tidak pernah begitu egois untuk tidak saling merindu,
tatkala jarak menentang waktu untuk bertemu.
Jika boleh menyerah
dan menarik waktu,
mungkin aku akan terjatuh di langkah pertamaku menuju setiap
gerai yang ada.
Mungkin aku akan memilih untuk bunuh diri saja sejak awal.
Lelah.
Pusing.
Bingung aku.
Dikira nggak ada kerjaan lain?
Aku juga sibuk.
Aku nggak bisa terus-terusan buka chat di grup yang isinya harus sharing
pengalaman bekerja.
Halaahh, part time aja kok nyusahin sih.
Kenapa harus
seribet ini untuk mendapatkan rupiah yang tidak seberapa?
Hari demi hari,
pertemuan demi pertemuan,
aku tidak pernah menduga jika waktu mulai beritikad
baik untuk menyatukan kepingan-kepingan hati kami.
Entah bagaimana akhirnya aku
mulai jatuh cinta.
Aku mulai rindu jika sehari saja tidak berjumpa.
Ini tuh
apasih?
Kalian bukan pacarku,
tapi kok selalu bikin aku gelisah kalau tidak
berkabar....
Kata seseorang yang
suka bikin senyum-senyum sendiri,
“Kita bisa saling melengkapi kalau aku dan kamu kebetulan sama-sama butuh.”
Bener juga sih.
Kita
punya kebutuhan yang sama.
Kita punya hati dan cinta yang sama.
Dari sana aku
diajarin kalau dalam segala perilaku,
kita harus menggunakan 4 kata sakti.
Namanya Tolong, Maaf,
Terimakasih dan Permisi.
Awalnya aku kira kebersamaan kita
itu cuma sekedar 4 kata sakti.
Tapi ternyata bukan.
Bukan Cuma 4.
Aku menemukan
2 kata lagi yang jauh lebih sakti.
Ia adalah Nyaman dan
Sayang.
Aku entah bagaimana bisa senyaman ini bersama mereka.
Meskipun kami
berasal dari kampus dan daerah yang beragam,
tapi jika sudah bersama, tidak ada
lagi jurang pemisah diantara kita.
Entah bagaimana aku jadi sayang.
Bahkan jika
ada kata yang lebih berharga dari sayang,
pasti akan kusebutkan.
Dari sana juga aku
belajar kalau kerja keras itu perlu sebuah penghargaan.
Tapi, kerja tulus itu
tidak butuh kesombongan.
Hanya perlu sebuah senyuman kelegaan.
Mungkin aku bukanlah
seorang penakluk pagi,
malah aku sering bangun kesiangan,
berangkat mepet,
menghawatirkan teman-temanku.
Aku juga bukanlah manusia yang ceria.
Aku tuh Cuma
anak galau yang sukanya bikin puisi,
sukanya nulis surat cinta di kertas
todays,
lalu tiba-tiba cerita nabi-nabi,
dikit-dikit nyeritain kisah cintaku
yang penuh drama.
Aku nggak pernah bisa pakai eyeliner yang bener.
Pasti jelek.
Gapernah bagus.
Apalagi menata stok,
masuk gudang aja jarang.
Yaaa, kecuali
buat males-malesan
dan berakhir duduk di lantai
untuk berantakin stok yang udah
rapi.
Sekedar ingin duduk pintar, biar keliatan pintar.
Aku mungkin pernah
jualan baju yang banyak,
sering ngajak main anaknya konsumen,
sering sok kenal
sok deket sama konsumen,
apalagi yang kece dan berasal dari Jakarta.
Wah,
habislah.
Tapi, aku belum sekeren itu
untuk jadi seseorang yang memberi excellent
service ke konsumen.
Aku pun bukan best of the best.
Sangat jauh dari itu.
Aku mungkin bukan salah satu dari segala yang terbaik,tapi aku beruntung pernah menjadi bagian dari kisah yang baik ini.
Dulu aku selalu rela
mengorbankan banyak hal demi pekerjaan paruh waktu yang membutuhkan waktumu
sepenuh-penuhnya kamu bisa memberi. Dari kuliahku yang sering bolos,
organisasiku yang keteteran, rapatku yang terbengkalai, hingga hatiku yang
mudah jatuh dan patah.
Semua itu kulakukan hanya demi mengejar sebuah minimal
shift.
Sesuatu kefanaan yang menyebalkan.
Suatu lelah yang teramat lelah.
Suatu
rutinitas yang entah mengapa dengan anehnya tidak ingin kutinggalkan begitu
saja.
Tapi, kini,
setelah
segala sesuatu ini berakhir,
aku tetap harus menjadi manusia yang egois.
Aku harus
mengembalikan segala hal yang dulu kutinggal demi pekerjaan ini.
Aku harus
mengejar semua ketinggalanku yang lalu.
Aku harus egois.
Aku tidak boleh lengah
hanya karna ingin bermain bersama mereka.
Aku tidak boleh gabut.
Aku harus
sibuk belajar.
Harus.
Nggak boleh engga.
8 bulan ini udah
ngasih banyak banget memori yang luar biasa.
Aku bakal kangen sih dipanggil Mba
Luns,
Kak Luns,
bakal kangen salaman sama kalian.
Bakal kangen makan urap sama
kalian.
Bakal kangen coret-coret kertas todays,
bakal kangen ngitun counterman,
bakal kangen berdiri dan greeting.
Bakal kangen bilang begini,
“Permisi, ada yang
bisa dibantu?”
“Permisi, mohon
maaf, untuk warna kuning nya kebetulan habis...”
“Permisi, saya
pastikan lagi ya, desainnya seperti ini, warna coklat, ukurannya L, lengan
pendek. Ada tambahan lain? Saya ambilkan tas belanjanya sebentar yaa.
Silahkan...”
“Permisi, saya
pastikan lagi belanjaannya ada 2 item ya.”
“Permisi, silahkan
belanjaannya..”
Ada banyak...
Ada begitu banyak
sampai nggak bisa disebutkan satu-satu.
Jason Ranti bilang
dalam salah satu lagunya,
kita tidak bisa mengungkapkan kata yang paling cinta.
Biar dia terasa di hati saja,
biar orang lain juga turut merasakannya.
Yang penting
aku sayang.
Udah.
Itu aja.
Ah, aku benci dengan kata perpisahan.
Berkali-kali aku menangis
hanya karna tidak mudah melepaskan
tatapan matamu yang pasti ku rindu.
Berkali-kali aku mengulas masa lalu.
Masa yang mempertemukan kita
dalam ketidak sengajaan yang luar biasa.
Tolong beri tahu aku,
Perpisahan itu semu kan?
K i t a a b a d i.Y a n g f a n a i t u w a k t u.
Sampai jumpa sesegera mungkin,
aku pasti akan rindu.
Terimakasih,
Selamat hari penuh rindu!
Yah, celaka.
Bahkan sekarang saja sudah rindu :(

Touchedddd. Bubye ka luns :(
BalasHapus