Selasa, 09 Mei 2017

Ekspektasi


Apa yang kamu harapkan belum tentu sesuai kenyataan!



Jika kamu kira aku bisa menjadi seseorang yang kamu harapkan, itu salah besar, Sayang.
Aku sangat teramat tidak bisa berubah seperti yang kamu inginkan.

Jika kamu sedari dulu selalu mencekoki aku dengan hal-hal yang mesti kuturuti, nampaknya perlahan kamu harus mulai menyadari bila aku semakin tumbuh dewasa dan ingin punya rasa bebasku sendiri. 

Aku tahu dan paham betul caramu baik bagiku.
Tapi, tidakkah kamu bisa mempercayai sebuah kebebasan yang perlu kumiliki?

Aku kira kamu percaya padaku.
Aku kira kamu yakin bahwa diluar sana aku baik-baik saja.
Khawatirmu berlebihan, Sayang.

Aku tahu kuasamu lebih besar dariku, tapi apakah aku tidak boleh mendapatkan kebebasan yang sama sepertimu?
Kamu harusnya bisa menyadari bila semakin lama aku semakin disibukkan dengan ini itu yang menjadi prioritas dan rutinitasku. Kamu harusnya bisa percaya jika diluar sana yang kulakukan sungguh nyata dan tidak mengada-ada.

Sayang, kamu tidak bisa memintaku untuk selalu mengikuti inginmu.
Aku juga butuh hal lain diluar itu.

Sayang, kamu tidak bisa semata-mata menganggap segala sesuatu yang telah kulakukan maksimal menjadi salah dan selalu kurang. Aku juga punya waktu untuk hal lain yang menungguku disana, tidak hanya terus bersama kamu.


Jika kamu kira aku bisa menjadi seseorang yang kamu harapkan, itu salah besar, Sayang.

 
Aku bukanlah sosok seperti itu.
Aku mencintaimu dengan apa adanya.
Aku mencintai setiap tutur dan lakumu, meski kerap tak nyaman bagiku.
Aku mencintai tawa dan candamu, meski seringkali aku yang kau ledek mati-matian.
Aku mencintai aroma parfummu, perhatian, kasih, dan ketulusanmu.
Aku mencintai dan mencoba untuk selalu menerimamu apa adanya.



Bisakah kamu terima aku yang seperti kali ini?
Bisakah aku tak perlu berubah supaya kamu percaya dan jatuh cinta?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar