Senin, 06 April 2020

Untuk Aprilku Sayang




Hai, April!

Lamaaa sekali kita tidak saling bercerita.
Banyak yang ingin kusampaikan padamu...


Sesungguhnya, aku terlampau bosan membahas banyak dongeng 
yang Januari, Februari dan Maret sempat sampaikan padaku. 


Bercerita kembali tak ubahnya membuka sebuah kotak manis penuh misteri yang kusimpan. Rasanya ingin sekali membukanya berulang, sekadar menertawakan kelucuan atau mengobati kerinduan. Namun aku ingat bahwa membukanya hanya menimbulkan penasaran, kekecewaan, dan penyesalan atas apa yang pernah ada.


Oh, tapi tidak juga sih. 
Aku dan banyak penasaranku sudah sepakat untuk merelakan segalanya. 
Apa yang seharusnya menjadi kecewa, 
apa yang mungkin sudah selayaknya terjadi namun tak direstui oleh semesta. 


Kukira semesta masih mau bercanda, 
namun sepertinya dia juga lelah mempermainkan perasaan kami, 
para tokoh-tokoh yang ada didalam dongengnya. 


Ah, yasudahlah. 
Hanya ‘yasudahlah’ yang hingga kini bisa kusampaikan 
sembari tersenyum getir 
(namun kucoba agar terlihat sedikit lebih manis, 
atau paling tidak sama manisnya seperti Sang Pelipur Lara).



April, terimakasih untuk banyak ujian menuju kehebatan ini.
 Aku bersyukur masih bisa menyambutmu dalam segala aspek kekurangan yang ada. 

Bersyukur karena ditengah wabah, ditengah kejauhan, 
dan ditengah kelelahan yang menyelimuti tubuh penuh beban ini, 
kamu masih mengirimkan beberapa bahagia yang tak terduga. 

Terimakasih karena entah bagaimana 
selalu ada saja yang membuatku tersenyum setiap harinya.
Selalu ada satu dua cerita yang terulang dan pantas untuk ditertawakan. 

Terimakasih untuk banyak kekuatan itu. 
Sejauh ini sangat amat berharga untuk aku jadikan alasan bertahan.



Sore ini, 
dikala hujan yang cukup deras, 
terimakasih juga 
karena kamu masih memperbolehkan aku mengucapkan berbagai rasa syukurku. 


Terimakasih karena hujan ini membuat aku semakin merindu. 
Sampaikan rindu ini pada yang tepat saja ya, 
jangan pada yang merapat hanya untuk beradu rasa dalam debat.



Semoga setiap rintik hujan ini mampu menghapus setiap luka 
agar lekas kau balut dengan bahagia. 
Semoga deras airnya mampu meredupkan banyak jahat 
dan sakit yang tersebar dimana-mana. 
Semoga setelahnya kamu juga mengirimkan pelangi yang manis, 
sebagai penanda bahwa semesta sudah mengakhiri banyak bercanda. 




Ayolah, April!

Aku rindu sekali dengan segala sesuatu yang seperti biasanya. 
Aku rindu berjumpa dengan banyak manusia, 
meski kadang bukan aku yang mereka harapkan ada.



Aprilku sayang, 
jadilah membaik diantara segala yang pernah memperbaiki 
namun belum cukup sempurna. 



Semoga masih dan selalu ada indah 
dalam bahagia kita yang akan datang. 
Terimakasih sekali lagi.


Semangat terus ya, 
aku tunggu kabar baiknya :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar