Hai, April!
Lamaaa sekali kita tidak saling bercerita.
Banyak yang ingin kusampaikan padamu...
Sesungguhnya, aku
terlampau bosan membahas banyak dongeng
yang Januari, Februari dan Maret sempat
sampaikan padaku.
Bercerita kembali tak ubahnya membuka sebuah kotak manis
penuh misteri yang kusimpan. Rasanya ingin sekali membukanya berulang, sekadar menertawakan kelucuan atau mengobati kerinduan. Namun
aku ingat bahwa membukanya hanya menimbulkan penasaran, kekecewaan, dan
penyesalan atas apa yang pernah ada.
Oh, tapi
tidak juga sih.
Aku dan banyak penasaranku sudah sepakat untuk merelakan
segalanya.
Apa yang seharusnya menjadi kecewa,
apa yang mungkin sudah selayaknya terjadi
namun tak direstui oleh semesta.
Kukira semesta masih mau bercanda,
namun
sepertinya dia juga lelah mempermainkan perasaan kami,
para tokoh-tokoh yang
ada didalam dongengnya.
Ah, yasudahlah.
Hanya ‘yasudahlah’ yang hingga kini bisa
kusampaikan
sembari tersenyum getir
(namun kucoba agar terlihat sedikit lebih
manis,
atau paling tidak sama manisnya seperti Sang Pelipur Lara).
April,
terimakasih untuk banyak ujian menuju kehebatan ini.
Aku bersyukur masih bisa
menyambutmu dalam segala aspek kekurangan yang ada.
Bersyukur karena ditengah wabah, ditengah kejauhan,
dan ditengah kelelahan yang menyelimuti tubuh penuh beban
ini,
kamu masih mengirimkan beberapa bahagia yang tak terduga.
Terimakasih
karena entah bagaimana
selalu ada saja yang membuatku tersenyum setiap harinya.
Selalu ada satu dua cerita yang terulang dan pantas untuk ditertawakan.
Terimakasih untuk banyak kekuatan itu.
Sejauh ini sangat amat berharga untuk aku jadikan alasan bertahan.
Sore ini,
dikala hujan yang cukup deras,
terimakasih juga
karena kamu masih
memperbolehkan aku mengucapkan berbagai rasa syukurku.
Terimakasih karena hujan ini membuat aku semakin merindu.
Sampaikan rindu ini pada yang tepat saja ya,
jangan pada yang merapat hanya untuk beradu rasa dalam debat.
Semoga setiap rintik
hujan ini mampu menghapus setiap luka
agar lekas kau balut dengan bahagia.
Semoga deras airnya mampu meredupkan banyak jahat
dan sakit yang tersebar
dimana-mana.
Semoga setelahnya kamu juga mengirimkan pelangi yang manis,
sebagai
penanda bahwa semesta sudah mengakhiri banyak bercanda.
Ayolah, April!
Aku
rindu sekali dengan segala sesuatu yang seperti biasanya.
Aku rindu berjumpa
dengan banyak manusia,
meski kadang bukan aku yang mereka harapkan ada.
Aprilku sayang,
jadilah membaik diantara segala yang pernah memperbaiki
namun belum cukup sempurna.
Semoga masih dan selalu ada
indah
dalam bahagia kita yang akan datang.
Terimakasih sekali lagi.
Semangat terus ya,
aku tunggu kabar baiknya :)
Semangat terus ya,
aku tunggu kabar baiknya :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar