Senin, 14 November 2016

Superman and Supermoon



Pernah nonton film Superman?

Aku pernah, tapi nggak pernah begitu jatuh cinta sama film itu.
Aku malah jatuh cintanya sama kamu, yang mirip Superman (buatku).


Kamu memang bukan manusia paling super yang menyempurnakanku, bukan juga tubuh bernyawa paling luar biasa yang mendampingiku setiap waktu. Terlebih lagi, kamu bukan lelaki maha keren kayak Bapakku.
Tapi, menurut pengamatanku, kamu super aja gitu...


Aku tahu kamu sejak...hmm... setahun lalu mungkin?


Tapi aku cuma sekedar tahu kamu.

Cuma sekedar tahu siapa namamu, mukamu yang mana, dan, yaaa, sedikit terlintas tentang beberapa macam tawa yang kamu ciptakan waktu itu.
Tapi nggak tau gimana, sejarah akhirnya mempertemukanku dengan superman seperti kamu. Nggak sengaja aja tempat itu menyatukan kita. Oh iya, mungkin sengaja sih. Tapi, ah, biarkan itu menjadi ketidaksengajaan saja biar terbaca dengan indah hahaha....


Belakangan ini, otak liarku mulai menelusuri kamu dari A sampai G. Kenapa sampai G? Karena Z terlalu jauh untuk mengenalmu lebih dalam. Aku tahu dan percaya betul bahwa nyatanya kita memang ‘terpaksa’ didekatkan karena satu dan lain hal. Sisanya, aku yang ‘terpaksa sekali’ mendekatkan diri.


Berangkat dari terpaksa yang padahal lumayan asik itu, aku bisa menyimpulkan bahwasanya kamu cukup pantas disebut Superman. Oke, faktamu dari A, B, C, sampai G tadi menguatkan kesimpulanku ini. Kuat sekali, sampai kadang aku iri dan ingin terjun dalam duniamu. Dunia yang manis, meski tanpa madu didalamnya.



Ah, lebay sih.
Masa iya kamu Superman?


Sehebat itukah kamu?


Yang aku bayangkan sih iya...



Setidaknya sih sejauh ini kamu memang yang paling super dari yang lain.




Meninggalkan A-, B-, C- hingga G-, mungkin kamu memang menyebalkan. Selalu saja membuat satu dua manusia tersipu, atau sekedar ‘benar-benar kesal’ sama kamu. Tapi, pada akhirnya, kamu juga yang merubah gundah hatiku jadi tawa, lalu rindu.

Aku sungguh percaya, ke-super-an-mu itu menanamkan jutaan bahkan banyak sekali rasa sayang dari orang-orang lain. Yaa, aku juga sih. Jadi, daripada aku  ngelantur kemana-mana, lebih baik sudah disiini saja ya.


Dari awal aku sudah percaya sama kamu, jangan jadi Superman yang mengecewakan penonton ya! Aku percaya kita bisa bikin sesuatu yang indah. Lebih indah dari pelangi, lebih indah dari bintang di langit, lebih indah dari bunga di taman. 
Semoga keindahan itu bisa tumbuh seluas lautan, atau mungkin saja sebesar....supermoon?



Nah, supermoon!

Hari ini katanya akan ada supermoon.
Hari ini katanya bulan berada pada jarak yang sangat dekat dengan bumi kita.
Tapi, percuma saja, mereka tetap tidak bisa menyatu.

Jadi, percuma saja kalau dekat, tapi tidak menyatu.

Jadi, percuma saja kalau terlalu banyak teori yang kusampaikan ke kamu.
Toh, kamu nggak  ngerti teori komunikasi.

Yang jelas, kamu harus tanggung jawab kalau nanti ada banyak rasa yang berubah jadi super. Kamu harus tanggung jawab, sampai kebersamaan kita selesai!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar