Pernah nonton
film Superman?
Aku pernah,
tapi nggak pernah begitu jatuh cinta sama film itu.
Aku malah
jatuh cintanya sama kamu, yang mirip Superman (buatku).
Kamu memang
bukan manusia paling super yang menyempurnakanku, bukan juga tubuh bernyawa
paling luar biasa yang mendampingiku setiap waktu. Terlebih lagi, kamu bukan
lelaki maha keren kayak Bapakku.
Tapi,
menurut pengamatanku, kamu super aja gitu...
Aku tahu
kamu sejak...hmm... setahun lalu mungkin?
Tapi aku cuma
sekedar tahu kamu.
Cuma sekedar
tahu siapa namamu, mukamu yang mana, dan, yaaa, sedikit terlintas tentang
beberapa macam tawa yang kamu ciptakan waktu itu.
Tapi nggak
tau gimana, sejarah akhirnya mempertemukanku dengan superman seperti kamu.
Nggak sengaja aja tempat itu menyatukan kita. Oh iya, mungkin sengaja sih.
Tapi, ah, biarkan itu menjadi ketidaksengajaan saja biar terbaca dengan indah
hahaha....
Belakangan
ini, otak liarku mulai menelusuri kamu dari A sampai G. Kenapa sampai G? Karena
Z terlalu jauh untuk mengenalmu lebih dalam. Aku tahu dan percaya betul bahwa
nyatanya kita memang ‘terpaksa’ didekatkan karena satu dan lain hal. Sisanya,
aku yang ‘terpaksa sekali’ mendekatkan diri.
Berangkat
dari terpaksa yang padahal lumayan asik itu, aku bisa menyimpulkan bahwasanya
kamu cukup pantas disebut Superman. Oke, faktamu dari A, B, C, sampai G tadi
menguatkan kesimpulanku ini. Kuat sekali, sampai kadang aku iri dan ingin
terjun dalam duniamu. Dunia yang manis, meski tanpa madu didalamnya.
Ah, lebay
sih.
Masa iya kamu Superman?
Sehebat
itukah kamu?
Yang aku
bayangkan sih iya...
Setidaknya
sih sejauh ini kamu memang yang paling super dari yang lain.
Meninggalkan
A-, B-, C- hingga G-, mungkin kamu memang menyebalkan. Selalu saja membuat satu
dua manusia tersipu, atau sekedar ‘benar-benar kesal’ sama kamu. Tapi, pada
akhirnya, kamu juga yang merubah gundah hatiku jadi tawa, lalu rindu.
Aku sungguh
percaya, ke-super-an-mu itu menanamkan jutaan bahkan banyak sekali rasa sayang
dari orang-orang lain. Yaa, aku juga sih. Jadi, daripada aku ngelantur kemana-mana, lebih baik sudah
disiini saja ya.
Dari awal
aku sudah percaya sama kamu, jangan jadi Superman yang
mengecewakan penonton ya! Aku percaya kita bisa bikin sesuatu yang indah. Lebih indah dari pelangi, lebih indah dari bintang di langit, lebih
indah dari bunga di taman.
Semoga
keindahan itu bisa tumbuh seluas lautan, atau mungkin saja sebesar....supermoon?
Nah,
supermoon!
Hari ini
katanya akan ada supermoon.
Hari ini
katanya bulan berada pada jarak yang sangat dekat dengan bumi kita.
Tapi,
percuma saja, mereka tetap tidak bisa menyatu.
Jadi,
percuma saja kalau dekat, tapi tidak menyatu.
Jadi,
percuma saja kalau terlalu banyak teori yang kusampaikan ke kamu.
Toh, kamu
nggak ngerti teori komunikasi.
Yang jelas,
kamu harus tanggung jawab kalau nanti ada banyak rasa yang berubah jadi super.
Kamu harus tanggung jawab, sampai kebersamaan kita selesai!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar