Anganku mengawang-awang
setiap kudengar namamu disebut.
Anganku tak karuan
setiap aku melihatmu bertebaran indah di luasnya dunia.
Anganku tak bisa biasa
saja ketika kutemui dirimu disudut senja.
Anganku, angan yang
selalu menjadi ‘angan’ ketika aku benar-benar ingin menemukanmu.
Anganku yang selalu
terbayang bagaimana pertama kali kita bertemu, pertama kali kita tidak sengaja
bertemu, dan, pertama kali aku menyadari bila kamu juga ada disini.
Apa kamu
benar-benar ada disini?
Anganku ini mungkin akan
selalu berarak seperti awan diatas langit sana.
Anganku ini mungkin akan
menemaniku sepanjang perjalanan panjangku di kota ini.
Anganku ini mungkin
suatu hari akan mempertemukan kita, dalam ketidaksengajaan yang pasti;
dalam suatu
perkara studi;
dalam
himpunan kesatuan kekeluargaan;
atau bisa jadi,
dalam rangkaian besi berjalan menuju kota kenangan.
Apa angan
kita benar-benar bisa bersinggungan lagi?
Anganku ini, berawan
seperti gambaranmu.
Anganku ini, merindukan
sosokmu-yang sering hilang begitu saja diterpa angin.
Anganku ini, memberi
salam dari jarak tak terlalu jauh, dari kota yang sama ditempatmu berpijak.
Anganku ini
suatu hari akan bertemu dengan gugusan awanmu di langit senja.
Semoga saja langit masih
bisa mempertemukan kita di luasnya dunia penuh sejarah ini. Semoga kita bisa
berjalan bersamaan dalam keajaiban luar biasa milik Tuhan.
-dari angan yang memandang awan di lautan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar