Selasa, 30 Agustus 2016

ANGAN BERAWAN




Anganku mengawang-awang setiap kudengar namamu disebut.

Anganku tak karuan setiap aku melihatmu bertebaran indah di luasnya dunia.

Anganku tak bisa biasa saja ketika kutemui dirimu disudut senja.

Anganku, angan yang selalu menjadi ‘angan’ ketika aku benar-benar ingin menemukanmu.

Anganku yang selalu terbayang bagaimana pertama kali kita bertemu, pertama kali kita tidak sengaja bertemu, dan, pertama kali aku menyadari bila kamu juga ada disini.

Apa kamu benar-benar ada disini?





Anganku ini mungkin akan selalu berarak seperti awan diatas langit sana.

Anganku ini mungkin akan menemaniku sepanjang perjalanan panjangku di kota ini.
 
Anganku ini mungkin suatu hari akan mempertemukan kita, dalam ketidaksengajaan yang pasti;
dalam suatu perkara studi;
dalam himpunan kesatuan kekeluargaan;
atau bisa jadi, dalam rangkaian besi berjalan menuju kota kenangan.


Apa angan kita benar-benar bisa bersinggungan lagi?



Anganku ini, berawan seperti gambaranmu.

Anganku ini, merindukan sosokmu-yang sering hilang begitu saja diterpa angin.

Anganku ini, memberi salam dari jarak tak terlalu jauh, dari kota yang sama ditempatmu berpijak.


Anganku ini suatu hari akan bertemu dengan gugusan awanmu di langit senja.







Semoga saja langit masih bisa mempertemukan kita di luasnya dunia penuh sejarah ini. Semoga kita bisa berjalan bersamaan dalam keajaiban luar biasa milik Tuhan.
   -dari angan yang memandang awan di lautan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar