Jumat, 01 April 2016

Ada yang Salah

Ada yang salah dalam doaku sore itu.
Aku hanya berkata bahwa aku beruntung bisa berada dalam lingkup sukacita semacam itu.
Tetapi, kenapa justru kamu yang dikirimkan Tuhan buatku?

Mungkin aku yang terlalu percaya bila jodoh datang pada waktu yang tepat.
Lalu, apa sekarang tepat?

Ada yang salah dalam keputusan malam itu.
Mengapa justru kamu yang akhirnya menarik aku?
Mengapa kita jadi terpaksa bersatu dalam roda waktu?
Mengapa Tuhan memberikanku hadiah kecil, berupa kamu....?

Mungkin aku yang terlalu girang hingga tak sempat berkata apapun.. Atau bisa jadi, kamu yang terlalu terdesak hingga tak mau bicara padaku. Lalu, mengapa kamu mau mengatakan hal lain pada mereka, tapi tidak padaku?

Ada yang salah dalam pembagian kelompok takdir. Mengapa ketika aku mengharapkan orang lain, justru kamu yang menjadi temanku? Mengapa harus kamu yang memberi warna baru ketika hidupku kelabu waktu itu??

Mungkin aku terlalu frustasi dengan kerinduan ini, dan begitu merana dalam kebisuan itu. Tapi, kenapa memikirkanmu malah membuatku membaik?

Ada yang salah dalam percakapan kita. Mengapa tak kukatakan saja bila aku butuh kamu? Tapi bagaimana bisa, bahkan kamu tak menjawab panggilanku.

Mungkin aku yang terlalu gemetar tiap kali akan bertemu kamu. Tapi, kenapa kamu selalu pergi lebih dahulu dan begitu cepat mengakhiri hari manisku? Padahal aku masih betah menatapi keagunganmu.

Ada yang salah dalam satu adegan minggu lalu. Mengapa kamu tiba-tiba menghilang, dan kembali untuk membawa api?

Mungkin aku yang terlalu cemburu, tapi percayalah padaku, itu tak pernah baik bagimu.

Ada yang salah dalam jalan-jalan panjang yang pernah kita lalui bersama. Mengapa kamu hanya bernyanyi dalam diam, lalu terhempas udara malam itu? Aku juga tau apa yang kamu dendangkan. Aku bahkan mau jika kita membuat simfoni indah saat itu.

Mungkin aku yang tak berpikir panjang. Harusnya memang aku yang bernyanyi lebih dahulu, melagukan sebait lirik pujangga penuh makna bagimu.

Tapi, Ada yang salah dalam penggalan lagu itu. Lagu yang berawal dari tatap, lalu bicara betapa aku selalu menanti hari-hari bersamanya. Tak hanya itu, bahkan aku ingin menari dan terus tertawa bersamamu, karena soal cinta memang luar biasa, hingga tak pernah ada yang bisa melenyapkannya.

Mungkin aku yang terlalu lelah bernyanyi hingga nadaku tak pernah tepat di hatimu. Entah bagaimana, tapi kurasa, cerita ini memang tak seharusnya terjadi.

Mungkin aku yang terlalu mengada-ada, merangkai setiap naskah drama akan cinta, padahal aku tak pernah tau siapa yang akan jadi peran utamanya.


Peran utama, iya, mungkin kamu akan jadi peran utama dalam dongengku. Mungkin kamu dan kisahmu akan mewarnai ceritaku.

Tapi dalam setiap ceritaku, dalam setiap gerak langkahku, dalam setiap waktu bertemu, aku selalu berusaha merangkai suatu maksud tertentu......


Setidaknya aku pernah beruntung mengenalmu. Tapi siapa yang tau pasti, mungkin takdir kita ada disini.. Ada pada rangkaian hari-hari terakhir kebersamaan kita.
Karena setelah ini, tidak tau lagi kemana aku harus mencarimu, mendengar suaramu, mencium aromamu, dan merasakan getaran tak menentu itu.

Setelah ini, bila kita memang harus pergi, biar aku yang pergi terlebih dahulu, karena ada hal baru yang harus kutemukan,

Setelah ini, jika memang kita harus benar-benar berhenti, biarkan aku berterimakasih akan segala yang pernah ada.

Terimakasih sudah menjadi kado kecil buatku, walaupun tak pernah tepat waktu, tapi pergi sejauh apapun akan kulaju bersama kenangan waktu.


1 komentar: