Sabtu, 18 Juli 2015

Menjadi apa?

Pagi ini aku murung, sepi.
Pagi ini aku risau, tak tahu harus bagaimana....

Tapi, pagi ini, kulihat ada seberkas sinar mentari, yang lebih indah dari matahari.

Sinar maha tulus yang tak pernah minta balasan., tapi aku ingin membalasnya.

Karena aku tahu, sinar itu punya harapan besar.

Pagi ini aku gundah, bukan karna ada ujian di sekolah, tapi karna aku tak tahu, tak tahu harus menjadi apa?

Aku bingung.

Kata orang, Tuhan maha pemberi, tapi Dia belum memberiku sebuah jawaban.

Jawaban harus menjadi apa aku nanti?

Rasanya dalam perjalanan menuju sekolah tadi, aku mulai berhalusinasi, harus menjadi apa aku nanti?

Aku tahu semuanya butuh proses.
Kini mungkin aku ragu untuk menentukan pilihan,
tapi aku harus mengejar yang aku mau.

Aku harus berlari sekencang mungkin, karena semua butuh tindakan nyata..

Semua ini pasti sulit, tapi aku harus tetap berusaha.

Berusaha membalas segenap kasih dan pengorbanan mereka.

Aku harus mau melakukan yang tidak kusuka sekarang, untuk mendapatkan yang aku inginkan di masa depan.

Karena aku percaya,
Dengan cara yang entah bagaimana, Tuhan akan selalu memberikan yang lebih dari sekedar baik.


Karena semua pasti ada waktunya.


Bersyukur,

Bersabar,

Berdoa,

Percaya pada Tuhan.

Aku harus selalu ingat, kalau Tuhan lebih dekat dari urat nadiku sendiri.

Karna aku tahu, Tuhan punya rencana indah untukku.

Ia akan menuntunku menjadi apa yang seharusnya.

Karna Tuhan juga tahu, aku ingin membalas sinar dari mentari pagi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar